Penulis : Mustaan Suardi
Editor : Redaksi
Sejak tahun 2008 Lalu Supratman bergelut dengan masalah sampah dan sampai sekarang tetap tekun dengan persampahan.Baginya sampah adalah berkah yang luar biasa dalam hidupnya,karena sampah dapat diundang dari beberapa komunitas pecinta lingkungan yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Marauke.Bahkan karena keuletan dan inovasinya ini banyak mendapatkan penghargaan baik dari pihak Pemerintah maupun Swasta,berikut laporannya.
Mustaan Suardi
Berkat ketekunan dan keuletan serta keikhlasan untuk menangani dan sekaligus mengelola sampah selama bertahun-tahun sejak dari tahun 2008,Lalu Supratman mendapatkan reward atau penghargaan yang berasal dari berbagai lembaga pemerintah di bidang lingkungan maupun lembaga swasta.
Pada tahun 2013 mendapatkan penghargaan Pahlawan untuk Indonesia di bidang lingkungan yang di selenggarakan oleh salah satu TV Swasta (RCTI), di tahun 2014 memperoleh penghargaan MDG Word di bidang lingkungan hidup yang langsung di serahkan oleh Wakil Presiden Indonesia di Istana Wakil Presiden. Selanjutnya di tahun 2015 mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai pejuang lingkungan Kawasan Indonesia Timur.
Dengan adanya penghargaan tersebut Miq Suprat demikian panggilan akrabnya sehari-hari mendapatkan bantuan sarana dan prasarana tentang persampahan di tahun 2016 seperti bantuan Tempat Pengolahan Sampah Ruduce (kurangi)-Reuse (gunakan kembali) dan Recycle (daur ulang) atau biasa di sebut TPS 3R.

Di TPS 3R ini menjadi sentral penanganan sampah mulai dari sampah plastik sampai sampah rumah tangga. Keberadaan TPS 3R ini mampu juga memperkerjakan masyarakat setempat yang bertugas memilah sampah organik dan sampah anorganik.
Selain mendapatkan penghargaan tersebut Lalu Supratman juga sering kali di undang oleh beberapa Kepala daerah maupun komunitas pencinta lingkungan. Undangan ini biasanya di jadikan nara sumber yang berbicara tentang masalah sampah sesuai dengan pengalamannya.
“Saya hampir semua Propinsi di Indonesia sudah saya kunjungi berkat berkah sampah ini,biasanya di jadikan pembawa materi masalah sampah dan pengelolaannya,” kata Supratman.
Ada pengalaman menarik ketika ada undangan dari Propinsi Papua Barat,saat itu terbayang kalau akan ke Papua nanti di panah oleh orang-orang suku Asmat.Kehawatiran tentang hal tersebut tentu saja di jamin tidak akan terjadi,walaupun saat ke Papua masyarakatnya banyak yang membawa tombak sebagai simbol tradisi budaya lokal saja.
Nama Lalu Supratman asal Desa Lendang Nangka Lombok Timur begitu terkenal di Indonesia,rasa cintanya terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup begitu tinggi sehingga tidak heran pada tahun 2010 Gubernur NTB TGB.Zainul Majdi secara diam-diam berkunjung ketempat kediamannya,karena mendengar aktivitas Lalu Supratman yang luar biasa mengajak masyarakatnya jangan membuang sampah di sembarang tempat. Kehadiran TGB saat itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi Miq Suprat.
“Di hadapan TGB saya menceritakan semua pengalaman awal saya menangani sampah ini, semua saya ceritakan apa adanya termasuk kesulitan saya untuk mengangkut sampah yang saat itu masih memakai Arco 1 roda,” ceritanya.

Kesulitan tersebut TGB spontan memberikan kontribusi Motor Tiga Roda dengan tujuan untuk memudahkan pengangkutan sampah yang diambil dari rumah-rumah warga. Untuk sarana motor tiga roda ini juga mendapatkan bantuan dari DLH Propinsi NTB,sedangkan bantuan dari Pemda Lombok Timur sampai saat ini belum di dapatkan dengan alasan belum ada dananya.( bersambung ).








