Beberok aik pindang khas Rumbuk merupakan salah satu makanan khas dari Desa Rumbuk kecamatan Sakra Lombok Timur. Lauk pauk ini biasanya dihidangkan ketika bulan Ramadhan. Tetapi kini Beberok Aik Pindang bisa dinikmati setiap hari karena sudah banyak gerai Beberok Aik pindang Rumbuk, berikut laporannya.
Buaty Sarmi
Wartawan Ditaswara.com
Beberok aik pindang Rumbuk memiliki cita rasa yang berbeda, rasa asam pedas yang bercampur dengan kuah beberok aik pindang menimbulkan sensasi rasa yang gurih.
Isian dari Beberok Aik pindang Rumbuk yakni, mangga, timun, nanas, mi kuning dan bihun. Guyuran kuah pindang khas Rumbuk yang dipadukan dengan pedasnya Beberok mampu menghadirkan rasa yang berbeda.
Jenis makanan satu ini bukan saja disukai oleh orang tua, tetapi mulai dari anak-anak hingga kaum muda mudi di sekitaran Rumbuk rela mengantri.
Ibu Wati salah satu pedagang Beberok Aik pindang Rumbuk mengatakan awal mulanya berdagang Beberok Aik Pindang via online dari tahun 2015, namun belakangan ini jarang dilakukan karna kewalahan melayani pelanggan yang langsung datang kerumahnya.
Dikatakan lebih jauh penghasilan perhari dari jualan Beberok Aik Pindang ini 500-700 ribu, mulai buka dari jam 10 pagi – 7 malam. Berlokasi di kampung Penua (belakang Alfamart Rumbuk) , Desa Rumbuk.
Rodi salah satu pelanggan Beberok Aik Pindang dari Masbagik mengatakan setiap pulang sekolah dari rakam Selong selalu membeli Beberok Aik Pindang di sini karna rasanya enak, tak jarang ia dan teman temannya menjadikan ini tujuan utama pulang sekolah.

Keunikan rasa beberok aik pindang Rumbuk ini menjadi sayur untuk makan.Dengan guyuran kuah pindangnya membuat semakin nikmat makanan saat si santap,bahkan tak jarang menambah porsi nasi lagi karena saking enaknya menyantap makanan.
Bagi yang penasaran dengan beberok aik pindang ini silahkan datang langsung sesuai alamat di atas,selain nikmat pasti akan ketagihan untuk selalu mencicipinya.Harga cukup murah mulai 10 ribuan di jamin puas menikmati beberok aik pindang Rumbuk.
Baca Juga : Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Ubah Strategi Penanganan Untuk Hasil Optimal Lombok Timur - Ditaswara.com. Dalam rangka upaya penurunan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) berupaya dengan mengubah strategi yang lebih intensif dan terukur. Dilakukannya strategi perubahan adalah untuk mencapai hasil optimal setelah hasil audit menunjukkan bahwa pendampingan yang tidak berkesinambungan menjadi salah satu faktor lambatnya penurunan angka stunting. ”Penurunan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 hanya 0,1 persen, dari 21,7 persen menjadi 21,6 persen. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang dilakukan belum optimal,” ucap Kadis DP3AKB Lombok Timur, H. Ahmat dalam kegiatan Gerakan Nasional Tingkatkan Integrasi (GENTING) di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Kamis (27/2). Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini mengubah pendekatan dengan mengintensifkan peran orang tua asuh. Pendampingan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berkelanjutan selama dua tahun, dengan fokus pada intervensi nutrisi dan non-nutrisi. ”Intervensi nutrisi membutuhkan anggaran sekitar Rp.15 ribu per hari. Oleh karena itu, bantuan diharapkan diberikan selama dua tahun penuh untuk memastikan kecukupan gizi anak,” jelas H. Ahmat. Kendati demikian, durasi pendampingan oleh orang tua asuh tidak harus selalu dua tahun penuh. Tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan akan memastikan keberlanjutan pendampingan, bahkan jika orang tua asuh hanya mampu memberikan bantuan dalam waktu singkat. ”Jika seorang orang tua asuh hanya mampu mendampingi selama tiga bulan, kami akan memastikan ada orang tua asuh lain yang melanjutkan pendampingan. Kami akan terus memantau hingga anak tersebut tidak lagi berstatus stunting,” katanya. Disebutkan dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Secara nasional, target penurunan adalah satu juta kasus, sementara NTB sendiri menargetkan pendampingan terhadap 38.126 bayi stunting. ”Kami memiliki data lengkap by name by address (BNBA) dari bayi-bayi yang membutuhkan pendampingan. Jika ada pihak, termasuk media, yang ingin menjadi orang tua asuh, kami akan berikan datanya,” imbuhnya. ”Perkembangan anak-anak yang didampingi akan terus dipantau, termasuk peningkatan berat badan dan tinggi badan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi ini dalam menekan kasus stunting,” pungkasnya.(ds2)