Home Berita Wisata Alam Aik Mencerit Yang Minim Fasilitas Dan Pengelolaan.

Wisata Alam Aik Mencerit Yang Minim Fasilitas Dan Pengelolaan.

569
0

Feature.

Nama Aik Mencerit cukup terkenal sejak tahun 80 an,di kenal sebagai salah satu sumber mata air yang bersih dan jernih yang ada di Kabupaten Lombok Timur.Kini kondisinya sangat memperihatinkan dan kalah jauh dengan keberadaan kolam renang yang semakin menjamur di Lombok Timur.

Oleh : Buaty Sarmi
Wartawan : Ditaswara.com.

Wisata Aik Mencerit berada di desa Pengadangan Barat Kecamatan Pringgasela Lombok Timur menjadi salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Berbatasan langsung dengan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sehingga suasana dikawasan ini sangatlah sejuk, serta hamparan sawah yang hijau memanjakan mata. Dengan pepohonan yang masih sangat asri, tak jarang binatang seperti Monyet yang bergelantungan kesana kemari menjadi tontonan wisatawan.

Air mencerit menjadi salah satu sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang dialirkan ke rumah rumah penduduk bahkan sampai kota Selong. Aliran sungai Mencerit ini juga kerap dijadikan tempat River tubing oleh para wisatawan. Sangat disayangkan karna masih musim hujan dan arus air yang masih deras sampai awal tahun baru nanti masih di tutup demi menjaga keselamatan wisatawan juga.

Air mencerit sendiri bisa diakses melalui dua jalur yaitu, Jalur Barat Dusun Dasan Sadar Desa Pringgasela, dan jalur Timur dusun Repok Baret Desa Pengadangan Barat.

Mencerit sendiri berasal dari bahasa Sasak yang artinya muncrat. Konon kisahnya dari masyarakat setempat Inaq Mahri mengatakan, Di Pengembulan Otak Air mencerit, dahulu tiba tiba dari dalam tanah keluar banyak air hingga muncrat (mencerit) ke atas dan dijadikan tempat pemandian khusus oleh Datu (Raja) Daha. Air yang muncrat ini mulai banyak dan mengalir membentuk sungai yang panjang sampai ujung Selatan Pengadangan. Manfaat air sungai Mencerit mulai kala itu berguna untuk masyarakat sangatlah banyak dan menguntungkan sampai menyuburkan lahan sekitar, sebagai tempat mandi, pengambilan air sehari hari, tempat bersantai, juga kerap sebagai sarana mencuci pakaian yang masih eksis hingga sekarang.

Baca Juga :  Rampungkan Teknis Pra Munas , Dewan Kesenian Lombok Timur pandu Zoom meeting.

Ani wisatawan dari lendang Nangka mengatakan,sering kesini sekedar mandi ataupun bersantai bareng keluarga menikmati kesejukan alam dengan pepohonan yang lebat juga hamparan sawah yang memanjakan mata, serta gemercik air mengalir seolah menjadi lagu yang menenangkan.

” Namun Sangat disayangkan tempat wisata yang ramai dikunjungi ini terlihat masih minim fasilitas seperti toilet umum,” katanya.Sehingga tak jarang bagi pengunjung yang mau buang air kecil dan besar harus menuju kawasan hutan yang ada di dekatnya,miris memang.
Di sepanjang sepadan sungai Mencerit terlihat hanyalah jejeran pipa pipa besar sumber air, dan post penjagaan PDAM Lombok Timur.

Beberapa masyarakat terlihat mencari sumber penghasilan dengan berdagang berjualan. Masyarakat yang berasal dari Dusun Sukatain Desa Pengadangan Barat dan Dusun Dasan Sadar Desa Pringgasela  mendirikan lapak berjualan dari bambu dan beratapkan terpal.Di samping itu juga ada usaha untuk membuka tempat parkir yang pengelolaanya bekerjasama antara pemilik tanah dan warga setempat.
“Saya baru 3 bulan berdagang disini. Kami disini berdagang dengan jumlah yang  banyak seperti dagang cilok, es krim, dan lainnya,hasilnya   tergantung rizki, saya terkadang kalau sepi mungkin hanya dapat 15 ribu dan kalau rame bisa dapat hasil 500 ribu lebih.” kata Inaq Hae .

Saat ramai biasanya ketika liburan sekolah,menjelang masuk bulan suci Ramadhan dan saat tiba lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.Banyak siswa yang datang camping dan menginap di kawasan Aik Mencerit.
Inaq Hae juga mengatakan, untuk saat ini masih belum ada kelompok baik itu dari dusun ataupun desa yang mengatur pengelolaan dagang mereka di wisata ini. Seandainya ada bantuan dari Pemerintah desa seperti membuat lapak yang lebih bagus dan melakukan penataan pada kawasan Aik Mencerit pasti suasana akan lebih nyaman.Akses jalan masuk masih seperti dulu dalam bentuk jalan tanah sehingga saat hujan besar jalan ini akan menjadi rusak tergerus air .Seharusnya jalan masuk terutama yang dari Dasan Sadar di rabat beton sehingga jalan tetap nyaman di lalui oleh pengunjung.
Saat musim hujan yang lebat seperti sekarang ini tak jarang membuat aliran air mencerit menjadi kotor dan keruh akibat material tanah dan batu yang di bawa dari lereng gunung Rinjani.Kondisi seperti ini para pengunjung tidak berani mandi.
Perlu kepedulian dari Pemda Lombok Timur,jangan mengambil sumber mata air nya saja sementara kawasan Aik Mencerit tidak di tata dan di poles menjadi tempat yang nyaman dan aman saat mandi di sepanjang aliran sungai Mencerit.

Baca Juga :  Kapolda : Akan Tutup Mall atau Toko yang Tidak Taat Prokes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here