Home Berita Pemkab Lotim Gelar Rakor Pembina Wilayah Penurunan Stunting dan Bapak Bunda Asuh...

Pemkab Lotim Gelar Rakor Pembina Wilayah Penurunan Stunting dan Bapak Bunda Asuh Dengan “10 Pasti”

141
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur gelar Rapat Koordinasi Pembina Wilayah Penurunan Stunting dan Bapak Bunda Asuh Stunting, dalam rangka menindaklanjuti hasil kedatangan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di salah satu posyandu Lombok Timur beberapa waktu lalu memastikan “10 Pasti”. Rakor tersebut berlangsung di Rupatama 1 kantor Bupati, Rabu (12/6).

Sepuluh Pasti adalah langkah yang diimplementasikan oleh pemerintah di lapangan dalam melakukan pemantauan stunting. Sepuluh Pasti tersebut diantaranya, memastikan dilakukan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil dan balita yang ada, memastikan seluruh calon pengantin, ibu hamil dan balita datang ke posyandu, memastikan alat antropometri terstandar tersedia di posyandu, memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran, memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan antropometri terstandar, memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi.

Selain itu, memastikan seluruh calon pengantin ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran ke elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), memastikan dilakukan monev terhadap intervensi serentak, dan memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak, termasuk rujukan penanganan kasus ke fasilitas kesehatan.

Kepala DP3AKB Lotim H Ahmat, katakan bahwa dirinya berkeyakinan angka stunting turun secara nasional hanya 0,2 persen dibanding dengan target nasional tahun 2024 itu tidak mungkin akan tercapai. Sehingga dilakukan intervensi serentak secara keseluruhan di Indonesia.

”Sehingga nanti kalau hasilnya ini bagus dan ternyata penurunannya tajam kemungkinan nasional akan menggunakan data e-ppgbm. Tetapi tidak mengesampingkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI),” ucapnya saat dikonfirmasi media ini usai kegiatan tersebut.

Dari 38 provinsi di Indonesia pada umumnya, NTB menjadi yang paling tinggi angka penurunan stunting. Termasuk Lotim yang mengalami peningkatan penurunan hingga 8, sekian persen selama tahun 2023 dalam penanganan konvergensi.

Baca Juga :  DPD PPNI LOTIM AKAN MELAKSANAKAN MUSDA DI BULAN AGUSTUS 2022.

”Dalam penurunan stunting di angka 14 persen nasional, DP3AKB berupaya terlebih dahulu untuk memastikan 10 pasti tersebut. Diantaranya seperti memastikan data, SDM, anggaran, sasaran hadir 10 persen seperti catin, bumil, batuta dan balita itu tu harus dipastikan kehadirannya. Bahkan memastikan ketersediaan anggaran,” tuturnya.

Kendati demikian, diakui pihaknya masih kurang pada sistem, pengelolaan, sasaran, dan pemberiannya itu masih belum tepat. ”Optimal menu sasarannya itu kita masih belum,” katanya.

Adapun data terakhir e-ppgbm Lotim 15,8 persen atau sekitar 18 ribu lebih jiwa tahun 2024. Dibanding data tahun sebelumnya 16,8 persen. ”Tahun 2024 ini kita berhasil menggeser sampai 15, sekian persen,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here