Home Feature Jadi Korban KBGO di Platform ‘Facebook’, Foto Tanpa Busana IRT Asal Lombok...

Jadi Korban KBGO di Platform ‘Facebook’, Foto Tanpa Busana IRT Asal Lombok Tersebar

160
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Ditaswara.com. Berkecimpung di dunia maya sudah menjadi suatu bagian lazim di era ini, media sosial salah satunya. Hal itu memungkinkan orang terhubung tanpa batas dengan orang-orang lain di platform digital. Kendati menyuguhkan akses tanpa batas media sosial kerap menjadi momok bagi penggunanya, misalnya saja hal-hal bersifat pribadi yang harusnya tertutup pun lantas diumbar ke jagat maya lantaran pengguna tak membatasi diri.

Keteledoran terhadap batasan-batasan bermedia sosial ini kerap mengakibatkan gender tertentu, terutama perempuan, menjadi korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Kisah seorang ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban penyintas KBGO, EY (35) asal Lombok Timur mengalami pelecehan di platform media sosial ‘Facebook’ pada Tahun 2022 lalu. Akun Facebook-nya bernama E** M*** diretas oleh oknum tak bertanggung jawab dengan menyebarkan foto wajah menggunakan kerudung jenis paris berwarna hitam yang dibalurkan kebelakang. Tetapi nampak bagian tubuh kebawah tanpa mengenakan sehelai benang pun.

Peristiwa tersebut sontak mencoreng nama baik EY, bahkan pihak keluarga dan tetangga sekitar mengecam dirinya sebagai wanita yang tidak tahu diuntung.

”Saya menggunakan akun facebook itu sejak tahun 2019. Saya selalu membagikan foto momen apapun yang saya rasakan dan apa yang ada disekitar. Ternyata itu menjadi boomerang bagi saya diakhir tahun 2022. Saya dihujat keluarga suami dan tetangga,” katanya saat ditemui ini dirumahnya, Selasa (28/05/2024).

Kejadian bermula saat akun facebook-nya tak bisa dibuka selama tiga hari berturut. Awalnya EY berfikir mungkin karena jaringan wifi dirumahnya bermasalah sehingga menyibukkan diri dengan kegiatannya di sawah bersama anak dan keluarganya.

Saat itu EY bersama anak-anaknya pulang lebih awal dari kegiatannya di sawah. Tetapi setiap pemuda dan tetangga yang melihat dirinya selalu berbisik sambil menunjuknya. Ia pun merasa aneh dan berpikir apa ada yang salah dari dirinya?.

Baca Juga :  TPA Ijobalit Lombok Timur Menjadi Ladang Pencaharian Warga Sekitar, Meski Perluasannya Masih Pro Kontra

”Saya baru tau alasan kenapa tetangga setiap melihat saya selalu berbisik dan menyindir ternyata dari postingan facebook itu. Saya kaget sekali saat diberitahu oleh pedagang sayur langganan dan memperlihatkan akun facebook saya dengan foto yang sangat tidak pantas itu,” kata ibu dua anak tersebut.

Saat itu pula EY mencoba untuk membuka aplikasi facebooknya. Namun masih juga tak bisa login. Ia pun langsung lemas dan lunglai sambil berkata ke pedagang bahwa pasti akun facebook-nya telah diretas.

Kendati demikian, banyak tetangga bahkan keluarga suaminya yang tak percaya. Lantaran foto-foto tersebut seolah bukanlah editan karena cukup sesuai dengan proporsi tubuhnya dan mirip dengan keadaan rumahnya.

”Paling saya ingat adalah perkataan keluarga suami yang mencerca langsung saya ini wanita tidak tau untung. Suami merantau saya malah kegatelan memamerkan tubuh di dunia maya,” tuturnya dengan airmata yang spontan terjatuh.

Seminggu lebih dirinya menjadi buah bibir di dunia nyata membuat EY takut keramaian, bahkan sakit. Atas dukungan dan perintah suaminya, EY mencoba ke Polsek terdekat melaporkan hal tersebut. Pihak Polsek pun menyarankan untuk langsung melapor ke Polres Lombok Timur.

”Tapi di Polres saya malah disuruh mengabaikannya. Karena hal ini tidak banyak merugikan orang lain. Saya pun minta tolong ke polisi agar akun saya itu di hapus, tapi malah tidak dihiraukan,” tambahnya.

Atas kejadian itu, EY sempat diusir keluarga suaminya dari rumah. Ia pun kembali kerumah orangtuanya hingga 2 bulan lamanya. Tetapi ia bersyukur sang suami selalu percaya dan mendukungnya dari rantauan.

”Alhamdulillah syukurnya suami saya selalu percaya, mendukung dan menenangkan saya dari rantauan sana. Suami dan keluarga saya adalah support system saya. Karena mereka saya bisa bertahan hingga sekarang. Semenjak saat itu saya trauma dengan dunia maya dan tidak pernah lagi menggunakan aplikasi facebook dan sejenisnya itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Apa Makna Calon Kades Lotim Ikrarkan Pilkades Damai Dihadapan Bupati. Siap Kalah Siap Menang.

Melalui kesempatan ini, EY berharap kepada aparat kepolisian untuk lebih bisa membantu masyarakat yang diretas akunnya. Meski tidak merugikan orang banyak tetapi kondisi seperti ini mampu membuat mental dan psikis korban terganggu.

 

Ia juga berpesan agar para pengguna media sosial untuk tidak memposting foto dan identitas sepenuhnya di platform karena itu dapat berakibat fatal seperti dirinya.

Melalui kesempatan ini, EY berharap kepada aparat kepolisian untuk lebih bisa membantu masyarakat yang diretas akunnya. Meski tidak merugikan orang banyak tetapi kondisi seperti ini mampu membuat mental dan psikis korban terganggu.

Melalui kesempatan ini, EY berharap kepada aparat kepolisian untuk lebih bisa membantu masyarakat yang diretas akunnya. Meski tidak merugikan orang banyak tetapi kondisi seperti ini mampu membuat mental dan psikis korban terganggu.

 

Ia juga berpesan agar para pengguna media sosial untuk tidak memposting foto dan identitas sepenuhnya di platform karena itu dapat berakibat fatal seperti dirinya.

Melalui kesempatan ini, EY berharap kepada aparat kepolisian untuk lebih bisa membantu masyarakat yang diretas akunnya. Meski tidak merugikan orang banyak tetapi kondisi seperti ini mampu membuat mental dan psikis korban terganggu.

Ia juga berpesan agar para pengguna media sosial untuk tidak memposting foto dan identitas sepenuhnya di platform karena itu dapat berakibat fatal seperti dirinya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here