BeritaDesaLombok Timur

Ruang Komonitas Digital Desa Rempung Adakan Pelatihan Pengelolaan Sampah.

-

Penulis : Redaksi.

Lombok Timur.Ditaswara.com. Dengan menghadirkan salah seorang pendekar sampah yang terkenal dari Lendang Nangka Lombok Timur Lalu Supratman,Ruang Komonitas Digital Desa (RKDD) Rempung mengadakan pelatihan tentang pengelolaan sampah.Pelatihan yang langsung di auala kantor Desa Rempuyng di buka oleh Kepala Desa Rempung Moh.Sakirin dengan para peserta dari para RW/RT.Kawil,Karang Taruna,PKK dan yang lainnya.

“Masalah sampah ini sesungguhnya adalah sesuatu yang tak ternilai harganya apabila di kelola dengan baik,karena dibalik sampah tersebut ada nilai ekonomis dan nilai berkah yang tak terkirakan,” kata Kepala Desa Rempung Moh.Sakirin ,Kamis (30/5).

Oleh karena itu Pemdes Rempung Rempung akan berupaya nanti setelah di adakan pelatihan ini akan mencoba membuat program sesuai dengan apa yang diharapkan dari program Smart Village pilar lingkungan cerdas. Untuk itu berharap yang ikut dalam pelatihan ini agar dapat sebaik mungkin nanti saling bersinergi dalam rangka penanganan sampah di tempat masing-masing.

Dalam paparannya Lalu Supratman,menceritakan bagaimana kronologis awalnya sehingga begitu mencintai masalah sampah ini. Di awali pada tahun 2008 ketika baru partama di angkat jadi Kawil di Desa Lendang Nangka,saat itu masyarakatnya membuang sampah di sembarang tempat baik di parit maupun di jalan-jalan dalam kampung.

“Saya waktu itu berpikir bagaimana saya membuat program yang dapat di kenal orang banyak,sehingga di awal sebagai Kawil saat itu mengajak masyarakat untuk peduli dengan sampah,” kata Lalu Supratman.

Masyarakat pada awalnya begitu tidak tertarik dengan program pengelolaan  sampah ini dan lebih tertarik tentang bagaimana mencari makanan. Ahirnya dengan berjalan sendiri memungut sampah-sampah yang di buang warganya di berbagai tempat,yang biasanya di buang pada malam hari.Dengan cara ini untuk menyadarkan masyarakat supaya ada budaya rasa malu dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Baca Juga :  H,Lalu Satriadi SH (HLS) Maju Menjadi Calon Bupati Untuk Lombok Timur yang Lebih Baik.

Selama enam bulan hal ini dilakukan sendiri,sehingga ahirnya lahirlah program secangkir beras dimana masyarakat hanya mengeluarkan secangkir beras dan sampahnya akan di angkut. Dari secangkir beras ini terkumpul beras dan di jual kepada masyarakat yang tidak mampu dengan harga yang lebih murah dari harga di pasar.

“ Hanya niat dan semangat yang membuat tiang setiap hari bergelut dengan sampah,yang pada ahirnya berkat kegigihannya dapat penghargaaan baik dari Presiden maupun dari lembaga-lembaga lainnya,” imbuhnya.

 

Awalnya sampah hanya di angkut dengan argo tentu ini sangat melelahkan dan ahirnya pada tahun 2015 ketika TGB saat menjadi Gubernur berkunjung ke tempatnya mendapatkan bantuan kendaraan roda tiga.

Proses penanganan sampah harus teliti di lakukan mana yang organik dan non organik.Ada sekitar 35 jenis sampah yang dapat di pilah dan dapat di jual. Di TPS desa Lendang Nangka ada 4 orang wanita Lansia yang bertugas untuk memilah sampah ini.Mereka bekerja setiap hari sampai jam 16.00 sore dan hanya menerima upah 100 sd 150 ribu perminggunya.Walupun upahnya di anggap kurang tetapi para lansia ini begitu tekun memilah sampah karena tidak ada pekerjaan lain.

Mik Suprat juga menceritakan tentang bagaimana ketika mengawali penanganan sampah ini banyak yang tidak peduli,tetapi ketika sudah sukses dan berhasil serta mendapat bantuan yang cukup banyak baru ingin ikut.

“Insya Allah kalau kita istiqomah mengelola sampah ini,sampah ini akan menjadi sumber penghasilan dan ini dapat dilakukan oleh siapa saja,”imbuhnya.

Di ahir pelatihan juga di berikan bagaimana cara untuk mengelola manggot yang bersumber dari jenis sampah sisa makanan dan bagimana cara membuat pupuk takakura yaitu cara pembuatan kompos dengan mendaur ulang sampah organik dapur.Metode pengelolaan sampah yang mengandalkan fermentasi untuk mengurai sampah sehingga sampahnya tidak berbau.(ds1)

Baca Juga :  Kadis Lingkungan Hidup dan Perkim KLU Hadiri Prosesi Pemakaman ASN Pemda KLU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *