Home Berita Pemda Lotim Luncurkan 21 Sekolah Lansia Sekaligus Deklarasi 100 Persen Kampung KB

Pemda Lotim Luncurkan 21 Sekolah Lansia Sekaligus Deklarasi 100 Persen Kampung KB

169
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meluncurkan sebanyak 21 sekolah lanjut usia (Lansia) yang bertujuan untuk menciptakan lansia tangguh pada tahun mendatang agar lebih produktif dan mengurangi beban keluarga maupun pemerintah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Lotim, Kamis (30/5).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim H Ahmat, mengatakan bahwa angka harapan hidup di Lotim rata-rata usia 65-70 tahun. Untuk itu melalui materi-materi yang diberikan di sekolah lansia bisa membentuk lansia tangguh. Baik dari sisi kesehatan, pengetahuan, pola hidup sehat dan makanan. Dengan begitu lansia di Lotim bisa lebih produktif.

“Angka harapan hidup kita saat ini sangat tinggi. Jadi melalui sekolah lansia ini kedepannya lansia ini bisa menjadi lansia tangguh dan tidak menjadi beban pemerintah di masa mendatang,” kata Ahmat, dalam sambutannya di acara Rembuk Stunting yang dirangkaikan dengan Deklarasi 100 persen Kampung KB dan Launching sekolah Lansia.

Adapun jumlah lansia di Lotim yang terdaftar tahun ini sebanyak 8 ribu lebih, masih banyak lansia yang belum terdaftar. Target sekolah lansia dari masing-masing kabupaten hanya satu sekolah. Namun Lotim telah membentuk sekolah lansia di masing-masing Kecamatan. Ini untuk mempermudah akses lansia di masing-masing kecamatan.

“Sekolah lansia yang sudah kita bentuk 21 kecamatan. Tetapi yang kita fokuskan untuk pendanaan saat ini baru satu dulu sebagai replikasi nanti,” ucapnya.

Sekolah lansia ini juga dilengkapi dengan buku panduan dan kurikulum. Setiap bulan ada satu pertemuan dan setiap enam bulan akan diwisuda. Sekali wisuda ditargetkan mencapai seribu lansia. Sasaran sekolah lansia yakni lansia yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah.

Baca Juga :  Menko Luhut Pandjaitan Tinjau Piloting Budidaya Rumput Laut di Ekas Lombok Timur

Salah satu materi pendampingan sekolah lansia yakni tentang gaya hidup, yang bertujuan agar lansia tidak menjadi beban keluarga, pola hidup, keagamaan dan berbagai materi lainnya. Tahun 2025 ke atas, lansia yang mengikuti program ini diharapkan bisa menjadi lansia tangguh dan sehat. “Intinya program ini bagaimana lansia kita di Lotim itu bisa menjadi lansia yang tangguh, produktif dan tidak terlalu menjadi beban di keluarga,” katanya.

Selain, itu Pemda Lotim juga melakukan deklarasi 100 persen kampung KB. Saat ini, Lotim menjadi satu-satunya kabupaten yang sudah 100 persen memiliki kampung KB diantara 10 Kabupaten/Kota di NTB. Melalui kampung KB ini diharapkan kasus Stunting terus menurun hingga bisa mencapai 14 persen tahun ini.

“Sebenarnya tahun 2021 lalu kita sudah 100 persen kampung KB. Tapi waktu deklarasinya tidak ada. Makanya kita deklarasikan sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Lotim HM Juaini Taofik menambahkan bahwa semua siklus kehidupan harus tertangani, tidak hanya bayi dan anak-anak. Tetapi lansia juga harus mendapatkan perhatian, karena lansia juga sangat rentan terhadap penyakit. Sehingga kedepannya lansia di Lotim bisa menjadi lansia tangguh.

“Melalui sekolah lansia ini mereka akan diberikan pemahaman terkait penyakit-penyakit yang kerap terjadi pada lansia. Seperti darah tinggi dan penyakit-penyakit yang lain, dan serta beberapa materi lainnya juga akan diberikan di sana,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here