Home Berita TNGR Sosialisasi Asuransi Jiwa Syariah dan Penerapan Program Zero Waste 2025

TNGR Sosialisasi Asuransi Jiwa Syariah dan Penerapan Program Zero Waste 2025

225
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menggelar sosialisasi terkait dua aspek krusial yaitu, perlindungan bagi pelaku wisata melalui asuransi jiwa syariah “Kita Bisa” dan keberlanjutan lingkungan dengan penerapan program “Rinjani Zero Waste 2025”, pada Selasa (25/2) di Sembalun.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala BTNGR bersama jajaran, perwakilan dari Asuransi Jiwa Syariah Kita Bisa, serta ratusan pelaku usaha wisata, pemandu (guide), porter, penggiat lingkungan, dan masyarakat yang aktif di kawasan TNGR.

Kepala BTNGR Mataram, Yarman, menyampaikan bahwa pentingnya asuransi jiwa syariah, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan saat bertugas.

”Asuransi itu penting dan menjadi kebutuhan juga bagi kita. Apalagi ini kaitannya dengan fisik, siapa yang tahu kita kena musibah saat kita berada di lapangan menjalankan tugas. Terlebih saat hujan lebat badai dan bencana alam lainnya,” ucap Yarman.

Selain itu, TNGR juga menekankan pentingnya penerapan program “Rinjani Zero Waste 2025” untuk mengurangi sampah plastik di kawasan TNGR. Program ini sebut Yarman, merupakan program bersama, bukan hanya program dari Balai TNGR.

Perwakilan dari Asuransi Jiwa Syariah “Kita Bisa”, Heri Ardianto, menjelaskan bahwa program ini memberikan perlindungan bagi wisatawan dan pelaku wisata selama berada di kawasan TNGR. ”Setiap wisatawan berhak mendapatkan informasi akurat mengenai daya tarik wisata. Kemudian asuransi tersebut itu ada yang di gunung dan wisata alam dan pengunjung harus beli tiket,” paparnya.

Ketika pengunjung telah membeli tiket masuk di kawasan taman nasional non pendakian (wisata alam) maupun di TNGR hingga pengunjung keluar dari kawasan wajib dapat klaim asuransi jika terjadi kecelakaan.

Baca Juga :  Wabup Hadiri Paripurna DPRD Jawaban Terhadap Pandangan Umum Fraksi

Sementara itu Hamka Abdul Malik, Praktisi Zero Waste Gunung Rinjani sekaligus ketua Asosiasi Trekking Organizer Lombok Timur, menyoroti kinerja asuransi yang selama ini belum maksimal.

”Kita dukung program ini. Namun yang harus diperbaiki itu manajemen pengelolaan asuransinya, mulai dari penyedia asuransi itu sendiri dan timnya yang di lapangan karena mereka lebih mengetahui,” tambahnya.

”Memang harus dibuat sebuah sistem yang didukung dengan kebijakan yang kuat supaya ini terlaksana terealisasi karena jargon Rinjani itu pendakian kelas dunia. Ini sudah lama digaungkan,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelaku wisata dan pengunjung TNGR dapat lebih memahami pentingnya perlindungan diri melalui asuransi dan menjaga kelestarian lingkungan dengan menerapkan prinsip zero waste.

Ditambahkan, Safarudin dari TO Senaru, Lombok Utara, berharap pengunjung yang akan berwisata di kawasan TNGR di tahun 2025 ini haruslah memperlihatkan SOP pendakian di gunung Rinjani.

“harapan saya untuk pengunjung yang akan datang, paling penting diperhatikan itu SOP pendakian. Karena itu jadi acuan kita bersama, supaya program-program dari TNGR itu bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here