Home Lombok Timur Tekan Angka Stunting, DP3AKB Implementasikan Aplikasi Elsimil Bagi Calon Pengantin

Tekan Angka Stunting, DP3AKB Implementasikan Aplikasi Elsimil Bagi Calon Pengantin

191
0

 

Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur.Ditaswara.com. Guna menekan peningkatan angka stunting di provinsi NTB khususnya kabupaten Lombok Timur (Lotim), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, dalam menjalankan implementasi pengembangan elektronik siap menikah siap hamil (el-simil) di tingkat Kabupaten/kota, adalah salah satu upaya dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di rupatama 2 Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (6/4).

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kadis P3AKB, Kepala KUA dari 21 kecamatan Lotim, OPD terkait, dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur, H. Ahmad A S.Kep, mengatakan bahwa pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan gambaran akses pengelolaan melalui stekholder yang ada di kabupaten dan kecamatan kepada aplikasi skrining dan pendampingan.

Dimana Skrining awal akan dimulai pada Calon Pengantin (Catin) beresiko yang dilakukan melalui kuisioner pada aplikasi el-simil

“Kedepannya, Catin wajib menyerahkan sertifikat el-simil sebagai salah satu syarat untuk mendaftar nikah di KUA,”ujarnya.

El-simil adalah salah satu inovasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menekan angka stunting yang ditujukan kepada calon pengantin.

“Aplikasi ini diharapkan bisa mendeteksi lebih awal potensi lahirnya bayi stunting, berdasarkan kondisi kesehatan pasangan Catin,” jelasnya

Kadis P3AKB menyebutkan, bahwa manfaat dari el-simil sendiri sangat luar biasa, yakni sebagai Alat Screening untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Aplikasi ini juga bisa menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama yang terkait dengan faktor risiko stunting.

“Setiap Catin wajib mengunduh aplikasi ini tiga bulan sebelum menikah. Selanjutnya, mereka akan mengisi kusioner el-simil berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan Catin,” katanya.

Baca Juga :  Digadang menjadi Pj Bupati Terkuat, Sekda Fokus Tuntaskan PR pemerintahan Sukma

Adapun hal-hal yang diperiksa untuk memeriksa Catin yaitu, umur, status gizi, BB, TB, Lingkar kepala dan perut, Hemoglobin, dan prilaku merokok.

Tak hanya itu, el-simil ini juga dapat mendeteksi Catin beresiko, selain Catin, sasarannya adalah remaja yang dimana merupakan calon pengantin di masa depan.

Adapun terkait Implementasi strategi pencegahan stunting menggunakan aplikasi el-simil dapat dilakukan melalui 4 tahap, yakni Desa, Puskesmas, Pendampingan Tim Pendamping Khusus (TPK), KUA dan dinas Dukcapil.

“Strategi pencegahan stunting, mulai dari Skrining melalui kesiapan menikah dan hamil, edukasi kespro dan gizi, sampai pendampingan pasangan usia subur,” tandasnya.(Aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here