Berita

Sekda Lotim : Pentingnya Pelaporan Terkait Upaya Pengendalian Inflasi Daerah.

-

 

.
Lombok Timur.Ditaswara.com .Sekretaris Daerah Lombok Timur M. Juani Taofik mengingatkan pentingnya pelaporan kegiatan terkait upaya pengendalian inflasi daerah. Pelaporan tersebut tentunya dilengkapi dengan dokumen lengkap sebagai bukti penyelenggaraan kegiatan. Hal tersebut ditetapkan Sekda pada rapat koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) Senin (12/12) di Ruang Rapat Bupati.

Lebih jauh Taopik mengatakannya,agar mengusulkan menampilkan laporan daerah dalam upaya pengendalian inflasi oleh Irjen Kementerian dalam negeri Tomsi Tohir Balaw pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah yang merupakan rutinitas mingguan.

“Kendati telah menjalankan sejumlah upaya akan tetapi belum semuanya dapat dilaporkan karena kendala kelengkapan dokumen. Meskipun Lombok Timur tidak termasuk dalam 30 Pemda yang tidak menyampaikan laporan, khususnya pada pekan ke-dua, akan tetapi hal tersebut penting menjadi perhatian,” kata Sekda.

Sekda juga mendorong pelaksanaan seluruh upaya pengendalian inflasi daerah termasuk gerakan menanam dan bekerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran distribusi. Dari enam upaya konkret, Lombok Timur sudah melaksanakan sedikitnya empat upaya seperti pelaksanaan operasi pasar murah, pelaksanaan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, merealiasikan belanja tidak terduga (BTT) hingga dukungan transportasi dari APBD.

Sekda tekanan upaya pengawasan seperti pengawasan harga di pasar maupun distributor dapat melibatkan semua unsur termasuk APH dan dilaksanakan secara layang-layang setiap sekali dalam sepekan.

Kepala BPS Lombok Timur Lalu Putradi yang hadir pada rapat tersebut mengingatkan inflasi di Lombok Timur, yang mengacu pada perhitungan inflasi Kota Mataram, pada pekan ke dua Desember disumbang oleh komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tahu dan tempe, daging ayam ras , serta gandum.
“Gambaran ril inflasi untuk Desember baru bisa dilihat pada pekan ke tiga. Kita berharap inflasi tidak mencapai angka 6% untuk kalender tahun, walaupun saat ini sudah ada di angka 5,95%,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Launching Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Pada Rakornas Pengendalian Inflasi yang dipimpin Irjen Kementerian Dalam Negeri menekan kepada Pemda agar mengantisipasi kenaikan harga jelang akhir tahun, melakukan monitoring dan membuat inovasi dan terobosan serta berkolaborasi dalam upaya penanganan inflasi, memanfaatkan bantuan sosial dan BTT secara optimal, juga memanfaatkan aset yang ada untuk Mengantisipasi terjadinya hambatan distribusi karena musim penghujan, serta tidak lupa Kepala Daerah diminta mengoptimalkan serapan anggaran mengingat sudah jelang akhir tahun.(ndk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *