
Penulis: Buati Sarmi
Editor : Redaksi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. R. Soedjono Selong pada Selasa (15/7) sore. Sidak ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal. Dalam kunjungannya, Bupati meninjau langsung berbagai fasilitas dan berdialog dengan sejumlah pasien serta keluarga pasien.
Secara umum, masyarakat yang ditemui Bupati menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Mereka mengaku terlayani dengan baik dan tidak mengalami kesulitan berarti, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan di RSUD dr. R. Soedjono Selong sudah berjalan cukup efektif dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Didampingi Kepala BPJS Kesehatan Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur dan jajaran manajemen RSUD dr. R. Soedjono Selong, Bupati Haerul Warisin menegaskan komitmennya untuk terus memantau kualitas layanan kesehatan. Ia berencana akan meninjau fasilitas kesehatan (faskes) lainnya di Lombok Timur dalam waktu dekat.
Namun, dalam dialognya, Bupati juga menampung keluhan dari beberapa pasien rawat jalan terkait lamanya waktu tunggu atau antrean di poli. Menanggapi hal ini, Bupati berjanji akan segera menambah jumlah petugas pelayanan guna mempercepat proses pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien.
”Kita akan tambah jumlah petugas agar antrean bisa lebih cepat dan pasien tidak perlu menunggu lama,” tegas Bupati.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, M. Hasbi Santoso, menjelaskan progres persiapan implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditargetkan rampung pada akhir Desember tahun ini. KRIS merupakan sistem baru dalam pelayanan rawat inap BPJS Kesehatan yang bertujuan menyamakan standar pelayanan di seluruh faskes, sebagai bentuk komitmen pelayanan yang adil kepada masyarakat.
Hasbi mengungkapkan bahwa saat ini RSUD dr. R. Soedjono Selong baru memiliki 51 kamar yang memenuhi standar KRIS, dari total 156 kamar yang harus tersedia. Meskipun demikian, ia menyatakan optimis bahwa target pemenuhan standar KRIS akan tercapai sesuai waktu yang telah ditentukan.
”Kami terus berupaya keras untuk memenuhi seluruh standar KRIS. Meskipun masih ada kekurangan, kami yakin akan rampung tepat waktu,” ujarnya.
”Penerapan KRIS diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan rawat inap di rumah sakit secara keseluruhan, memastikan setiap pasien BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan yang setara dan berkualitas, tanpa memandang kelas perawatan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan prima bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(ds2)







