Penulis : Buati Sarmi
Editor :Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com.Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja daerah Lotim R. Bambang Dwi Minardi mengatakan, sebanyak 7.225 orang Pekerja Migran Indonesia sudah berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi (prosedural), dan sebanyak 15 Ribu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) telah ter register atau terdaftar di Disnakertrans Lotim, Senin (27/2).
“Sewaktu masa Covid-19 sekitar 5 ribuan warga Lotim mengalami deportasi besar besaran. Mereka inilah yang berangkat lagi dengan jumlah 15 ribuan yang teregister sampai Desember 2022,” katanya.
Kebanyakan yang telah berangkat ini re-Entry, artinya yang sudah menjadi TKI/PMI habis modal, habis sangu berangkat lagi.
Lanjut dikatakannya, Kemnaker telah menerapkan sistem layanan digital yaitu Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPkerja).
“SIAPkerja untuk mempermudah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk mendaftar dan mendapatkan informasi pekerjaan,” terangnya
Bambang juga mengatakan, layanan SIAPkerja merupakan branding baru dari Kemnaker dengan penyempurnaan di berbagai segi dan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) yang terdahulu.
CPMI lebih mudah dan bebas memilih negara tujuan dan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi keahliannya.
“CPMI tentunya perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi sebelum bekerja yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi keahlian,” tuturnya.
Aplikasi SIAPkerja memiliki kriteria yang harus dipenuhi seperti, sudah kursus, sudah melakukan pelatihan, dan memiliki sertifikat kompetensi keahlian untuk di upload.
“Sertifikat kompetensi keahlian yang telah di upload berarti CPMI tersebut sudah ahli dalam bidangnya,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, Disnakertrans Lotim telah mengundang dan melakukan sosialisasi kepada PT Terkait dengan aplikasi SIAPKerja tersebut.
“Kemnaker berharap tidak lagi ada PT yang daftar secara manual ke Disnaker, karna ini merupakan awal jadi PT bisa membawa CPMI ke Disnaker untuk dibantu membuat akun SIAPKerja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Bambang berharap kepada PMI atau CPMI untuk meningkatkan kompetensi keahlian dan mengingat niat awal mencari nafkah, jangan sampai hilang niat awalnya mencari modal dan rezeki atau sesuai dengan Slogan Kemnaker “Berangkat Migran, pulang jadi Juragan”.(aty).








