Home Berita Revitalisasi Bahasa Sasak di Lombok Timur, Jembatan untuk Generasi Muda

Revitalisasi Bahasa Sasak di Lombok Timur, Jembatan untuk Generasi Muda

147
0
Revitalisasi bahasa daerah di Lombok Timur semakin gencar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 dengan harapan bahasa Sasak dapat diwariskan secara optimal kepada generasi muda. Acara pembukaan yang berlangsung di Aula Handayani pada Senin (22/9).

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Revitalisasi bahasa daerah di Lombok Timur semakin gencar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 dengan harapan bahasa Sasak dapat diwariskan secara optimal kepada generasi muda. Acara pembukaan yang berlangsung di Aula Handayani pada Senin (22/9) ini dihadiri oleh peserta dari berbagai sekolah, menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam melestarikan budaya.

Sekretaris Dikbud Lotim, Jumadil, menekankan pentingnya menjaga identitas melalui bahasa. “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa FTBI bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana pembinaan dan apresiasi bagi para siswa.

Ketua Panitia, Arpin, menjelaskan bahwa tema FTBI tahun ini, “Bewacan Manis, Bertingkah Alus, Beradat Tindih”, merefleksikan nilai-nilai tutur kata yang baik, sopan santun, dan ketaatan pada aturan.

Lombok Timur mencatatkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan FTBI. Ini merupakan ajang keempat dan Lotim menjadi kabupaten pertama di NTB yang melaksanakannya secara terbuka sejak 2023. Atas konsistensinya, Lombok Timur berhasil menjadi juara umum dua tahun berturut-turut dan terpilih sebagai satu-satunya perwakilan NTB yang akan maju ke tingkat nasional.

Antusiasme peserta FTBI tahun ini meningkat pesat. Sebanyak 406 peserta, terdiri dari 240 siswa SD dan 166 siswa SMP dari 21 kecamatan, akan berkompetisi dalam tujuh mata lomba diantaranya: pidato (pidarte), membaca berita (bewaran), cerita pendek (begolohan), menulis cerita pendek (menulis cekon), melantunkan tembang Sasak (nembang Sasak), membaca puisi, dan menulis aksara Sasak.

Melalui kegiatan ini, pemerintah Kabupaten Lombok Timur berupaya agar bahasa dan sastra daerah dapat terus hidup dan menjadi bagian integral dari pendidikan, sehingga generasi muda dapat menjadi penutur aktif bahasa Sasak. Sekolah diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya ini.(ds2)

Baca Juga :  LASQI KLU Siap Pertahankan Gelar Juara Umum Di KSB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here