Home Lombok Timur Pojok Jurnalis FJLT Bedah Capaian Kinerja Pj. Bupati Lotim dan Tantangan 2025

Pojok Jurnalis FJLT Bedah Capaian Kinerja Pj. Bupati Lotim dan Tantangan 2025

172
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) kembali menggelar pojok jurnalis dengan menggandeng Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Juaini Taofik, yang mengangkat tema “Bedah Capaian Kinerja PJ Bupati Lombok Timur 2024 dan Tantangan 2025”. Berlangsung di Ke.Temu Caffe Selong, Rabu (25/12).

Ketua FJLT, Rusliadi, membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peran jurnalis adalah menghasilkan karya berkualitas yang berlandaskan pada informasi yang akurat dan mendalam. Karya jurnalis berupa berita bukan berasal dari berita hoax yang membawa sengsara dan derita.

”Jurnalis adalah pembuat berita, bukan pembuat petaka. Karya jurnalis berupa berita bukan berasal dari berita hoax yang membawa sengsara dan derita,” ucap Rusliadi.

Ia juga menekankan jurnalis harus bisa menghasilkan karya dan memberikan edukasi kepada para pembaca untuk pembangunan Lombok Timur tercinta dan menjadikannya menggema di seantero dunia. ”Bersama jurnalis marilah kita mewujudkan Lombok Timur sebagai jendela NTB mendunia,” harapnya.

Senada dengan itu, Pj. Bupati Lotim, HM Juaini Taofik, mengapresiasi kegiatan Pojok Jurnalis FJLT dan mengungkap bahwa dirinya mengamati FJLT adalah organisasi pembelajaran yang fokusnya mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi anggotanya terlebih di era digital saat ini.

Selain itu, disampaikan sejumlah capaian yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sepanjang tahun 2024, seperti peningkatan infrastruktur, penurunan angka stunting, dan upaya menuju Universal Health Coverage (UHC).

“Selain tiga fokus utama tersebut, tahun ini kita juga berhasil mewujudkan sejumlah proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan gerbang Masbagik dan peningkatan kualitas kantor Perpustakaan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya penurunan angka stunting dan pencapaian UHC sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Sambut Hardiknas, BEM Fakultas Tarbiyah IAIH Pancor Gelar Seminar Internasional

Ditambahkan pula sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2025 adalah persoalan keseimbangan dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. “Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, kita perlu mengantisipasi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi,” imbuhnya.

Diakhir kegiatan tersebut, Taofik mengajak para insan pers untuk bijak dalam menyikapi, mendukung ataupun mengkritisi program-program pemerintah daerah. ”Intinya jadilah pembawa berita jangan pembawa petaka,” tutupnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here