
Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Semangat intelektualitas Islam terpancar kuat di Aula Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor. Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., secara resmi menyambut kehadiran ulama muda terkemuka dari Universitas Al-Azhar Kairo, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah, dalam gelaran Seminar Internasional, Sabtu (17/1).
Seminar yang mempertemukan pemikiran Timur Tengah dan Nusantara ini mengusung tema “Mendidik Generasi Islam dengan Hikmah, Ilmu, dan Akhlak.”
Dalam sambutannya yang khidmat, TGB mengawali dengan selawat dan doa bagi kemaslahatan umat. Beliau menegaskan bahwa hubungan antara Al-Azhar Kairo dengan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) bukan sekadar relasi formal, melainkan kedekatan emosional dan intelektual yang mendalam.
TGB mengungkapkan bahwa Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar NWDI sebagai anggota Dewan Pakar PB NWDI.
”Kehadiran beliau menunjukkan kecintaan dan kepercayaan Al-Azhar terhadap institusi kita. Beliau hadir sebagai representasi Al-Azhar yang selama lebih dari seribu tahun menjadi menara ilmu dan benteng Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar TGB di hadapan ratusan peserta.
Meneladani Wasiat Imam Al-Ghazali
Lebih lanjut, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia ini menjelaskan bahwa seminar tersebut berfokus pada Tansyi’atul Ajyal atau pendidikan generasi muda. TGB merujuk pada keteladanan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali melalui kitab legendarisnya, Ayyuhal Walad.
”Tema ini adalah perhatian utama para ulama kita sejak dahulu. Generasi muda harus membekali diri dengan nilai-nilai dasar, hikmah, ilmu, dan akhlak agar mampu menjadi bagian dari umat terbaik (khairu ummah),” tegasnya.
Sebelum mengisi seminar di IAIH Pancor, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah diketahui telah memberikan kuliah umum di MDQH NWDI Pancor. Dalam sesi tersebut, beliau mengupas tuntas kitab karangannya mengenai Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-Kaidah Fiqh) yang mencakup lima kaidah asasi dalam syariat Islam.
Di akhir acara, TGB berharap kehadiran para ulama Al-Azhar secara rutin ke Pancor dapat terus membuka cakrawala ilmu bagi santri dan mahasiswa. Hal ini diharapkan mampu memperkuat misi dakwah Islam yang moderat (wasathiyah) dan rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara.(ds2)







