HukrimLombok Timur

Motif Dibalik Pegawai Honorer Disnakertrans Lombok Timur Bunuh Istri Sendiri

-

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Warga Lombok Timur digegerkan dengan ditemukannya seorang perempuan inisial LS (29) warga asal Kecamatan Selong dalam kondisi leher, kepala dan tangan bersimbah darah dirumah kediamannya pada Kamis Kemarin (20/6).

Kejadian nahas tersebut ternyata tak lain dilakukan oleh suami korban inisial NA (30) seorang pegawai honorer di Disnakertrans Lombok Timur. Dan telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal pembunuhan terhadap istrinya dan mengakui perbuatannya.

Dihadapan awak media, tersangka NA mengakui perbuatannya tersebut dipicu lantaran rasa sakit hati atas umpatan yang dilontarkan sang istri kepada dirinya bahkan keluarganya.

”Dia (istri, red) menghina dan menghardik saya dan orangtua saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” ucap tersangka dihadapan awak media, Jumat (21/6).

Selain itu, korban juga tak bersedia membantu membayar hutang suaminya lantaran sejumlah calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) tujuan Malaysia Barat yang hendak diberangkatkan itu gagal karena terbentur penutupan sementara.

Pegawai honorer Disnakertrans tersebut menuturkan bahwa dirinya kerap ditagih CTKI yang gagal diberangkatkan sebanyak 11 orang dari 40 orang. Dimana masing-masing orang tersebut mengeluarkan biaya Rp3,5 juta. Namun, dari uang tersebut diakui digunakan untuk biaya pembuatan paspor dan dokumen lainnya.

Karena belum memiliki uang tersangka meminta korban membantu untuk menanggulangi. Namun, korban malah menampar dan terus menghina dirinya dan keluarga. Merasa sakit hati membuat tersangka gelap mata hingga terjadi peristiwa mengenaskan tersebut.

”Sebelumnya saya sempat meminjam parang di keluarganya. Saya masuk kunci pintu kemudian menghantam leher, kepala dan tangannya,” imbuhnya.

Atas perbuatan yang dilakukannya tersebut, tersangka mengaku khilaf dan menyesal hingga merenggut nyawa sang istri. ”Saya mengaku khilaf dan menyesal,” tutupnya.(ds2).

Baca Juga :  Kasus Kematian Ibu dan Anak di Lotim Alami Penurunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *