BeritaLombok Timur

Masuk Musim Penghujan, 8 Bendungan di Lombok Timur Menjadi Perhatian

-

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Memasuki musim hujan keamanan bendungan tak luput menjadi perhatian. Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terdapat delapan bendungan menjadi perhatian dalam upaya pengurangan resiko bencana melalui peningkatan koordinasi dan membangun pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana akibat infrastruktur bendungan.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengamanahkan penanggulangan bencana menjadi urusan bersama lintas Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah, beserta Para pihak. Terkait bendungan, hal tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 27/PRT/M/2015 tentang bendungan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) gelar konsultasi publik Rencana Tindak Darurat (RTD) sejumlah bendungan di Lombok Timur diantaranya Bendungan Lingkok Lamun, Tundak, Inen Ratu, Kuang Rundun, Jago, Propok BT, Kembar dua, dan Peneda Gandor. Kegiatan tersebut berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati, Selasa (5/12).

Penjabat (Pj) Sekda Lombok Timur Hj. Baiq Miftahul Wasli membuka secara resmi kegiatan yang diikuti sejumlah camat dan kepala desa, juga pimpinan OPD tersebut.

Selain mengapresiasi kegiatan tersebut, Miftah juga meminta seluruh peserta agar mencermati pemaparan materi sehingga dapat memberikan masukan dan saran konstruktif. “Agar kegiatan ini tidak hanya menjadi formalitas, melainkan betul-betul menjadi bagian dari upaya pencegahan bencana terkait pengelolaan bendungan ini,” Ucap Sekda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharan bendungan melalui antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga bendungan dapat dimanfaatkan lebih lama sebagaimana fungsinya, “karena bendungan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkait pemenuhan air,” Lanjutnya.

Sebelumnya, kepala pelaksana BPBD Provinsi NTB H. Ahmadi mengatakan bahwa keberadaan bendungan perlu diantisipasi dampaknya kalau terjadi kegagalan bendungan atau jebolnya tanggul yang dapat mendatangkan bencana.

Baca Juga :  Kilas Balik Lahirnya Forsa Di NTB Oleh : Mustaan Suardi.

“waktu paling berbahaya dalam pengelolaan bendungan yaitu ketika musim hujan baru tiba. Karena itu perlu dilakukan inspeksi bersama baik oleh BWS maupun BPBD,” Katanya.(ds2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *