Home Lombok Timur Lombok Timur Pimpin Pergerakan Gempur Rokok Ilegal di NTB, Pelaku dan Fasilitas...

Lombok Timur Pimpin Pergerakan Gempur Rokok Ilegal di NTB, Pelaku dan Fasilitas Distribusi Disita

261
0
Kabupaten Lombok Timur kini menjadi wilayah dengan tingkat pengawasan rokok ilegal yang paling progresif di Nusa Tenggara Barat (NTB). Upaya ini dilakukan guna menekan peredaran produk tanpa pita cukai resmi yang merugikan daerah dan mengancam keberlangsungan pengusaha legal.

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Kabupaten Lombok Timur kini menjadi wilayah dengan tingkat pengawasan rokok ilegal yang paling progresif di Nusa Tenggara Barat (NTB). Upaya ini dilakukan guna menekan peredaran produk tanpa pita cukai resmi yang merugikan daerah dan mengancam keberlangsungan pengusaha legal.

Kasat Pol PP Lombok Timur, melalui Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-undangan Herman, mengungkapkan bahwa peredaran rokok ilegal saat ini semakin mengkhawatirkan karena harganya yang murah dengan rasa yang hampir menyerupai rokok resmi. Namun, ia menegaskan jika kondisi ini dibiarkan, pengusaha yang taat pajak dan memiliki izin resmi bisa terancam bangkrut.

”Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai, kami terus bergerak. Jika yang ilegal ini menjamur, kasihan mereka yang sudah membayar pajak besar dan menggunakan pita cukai resmi,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (23/2).

Ia juga membeberkan bahwa modus yang digunakan oknum rokok ilegal kini semakin beragam. Tidak hanya tanpa pita cukai, ada pula oknum yang menyalahgunakan peruntukan izin cukai yang dimilikinya.

Bahkan, dalam Operasi Gabungan (Opgab) yang digelar beberapa waktu lalu, petugas Bea Cukai berhasil mengamankan pengampas (distributor) rokok ilegal di wilayah Lombok Timur. Dengan sanksi denda sebesar Rp10 juta, dan diwajibkan melapor setiap hari Kamis.

Adapun penyitaan barang bukti berupa rokok ilegal, kendaraan bermotor, hingga fasilitas pengedar lainnya telah diangkut oleh pihak Cukai Mataram.

Selain penindakan, Herman juga menyoroti adanya oknum yang menggunakan pita cukai lama atau tidak sesuai peruntukan. Ia mengimbau masyarakat dan pedagang untuk jeli melihat perubahan desain pita cukai yang diperbarui setiap tahun oleh pemerintah.

”Setiap tahun gambar dan bentuk cukai itu berubah-ubah. Kami masih menunggu informasi terbaru dari pihak Bea Cukai mengenai desain resmi tahun ini agar tidak terjadi salah tafsir di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Ubah Strategi Penanganan Untuk Hasil Optimal Lombok Timur - Ditaswara.com. Dalam rangka upaya penurunan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) berupaya dengan mengubah strategi yang lebih intensif dan terukur. Dilakukannya strategi perubahan adalah untuk mencapai hasil optimal setelah hasil audit menunjukkan bahwa pendampingan yang tidak berkesinambungan menjadi salah satu faktor lambatnya penurunan angka stunting. ”Penurunan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 hanya 0,1 persen, dari 21,7 persen menjadi 21,6 persen. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang dilakukan belum optimal,” ucap Kadis DP3AKB Lombok Timur, H. Ahmat dalam kegiatan Gerakan Nasional Tingkatkan Integrasi (GENTING) di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Kamis (27/2). Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini mengubah pendekatan dengan mengintensifkan peran orang tua asuh. Pendampingan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berkelanjutan selama dua tahun, dengan fokus pada intervensi nutrisi dan non-nutrisi. ”Intervensi nutrisi membutuhkan anggaran sekitar Rp.15 ribu per hari. Oleh karena itu, bantuan diharapkan diberikan selama dua tahun penuh untuk memastikan kecukupan gizi anak,” jelas H. Ahmat. Kendati demikian, durasi pendampingan oleh orang tua asuh tidak harus selalu dua tahun penuh. Tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan akan memastikan keberlanjutan pendampingan, bahkan jika orang tua asuh hanya mampu memberikan bantuan dalam waktu singkat. ”Jika seorang orang tua asuh hanya mampu mendampingi selama tiga bulan, kami akan memastikan ada orang tua asuh lain yang melanjutkan pendampingan. Kami akan terus memantau hingga anak tersebut tidak lagi berstatus stunting,” katanya. Disebutkan dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Secara nasional, target penurunan adalah satu juta kasus, sementara NTB sendiri menargetkan pendampingan terhadap 38.126 bayi stunting. ”Kami memiliki data lengkap by name by address (BNBA) dari bayi-bayi yang membutuhkan pendampingan. Jika ada pihak, termasuk media, yang ingin menjadi orang tua asuh, kami akan berikan datanya,” imbuhnya. ”Perkembangan anak-anak yang didampingi akan terus dipantau, termasuk peningkatan berat badan dan tinggi badan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi ini dalam menekan kasus stunting,” pungkasnya.(ds2)

Hingga saat ini, Satpol PP Lombok Timur konsisten menjalankan sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal”. Langkah yang diambil meliputi Operasi Pasar (Memantau langsung peredaran di tingkat pedagang eceran), Edukasi (Menempelkan stiker larangan rokok ilegal di titik-titik strategis).

”Kami ingin memastikan tidak ada lagi pembiasan atau peredaran masif di Lombok Timur. Oknum-oknum nakal yang hanya mencari keuntungan pribadi ini harus ditindak demi keadilan bagi pengusaha yang legal,” pungkasnya.(ds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here