Home Lombok Timur LAZDASI NTB Cabang Lotim buka Kemitraan Metode Dongeng di TK Negeri Pringgasela

LAZDASI NTB Cabang Lotim buka Kemitraan Metode Dongeng di TK Negeri Pringgasela

194
0

Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur.Ditaswara.com.LAZ DASI NTB Cabang Lombok Timur membuka Kemitraan metode dongeng bersama TK Negeri 1 Pringgasela, juga Kolaborasi dengan kelas bawah SDN 1 Pringgasela, Sabtu, (4/2).

Tujuan diadakannya kegiatan mendongeng adalah untuk edukasi anak-anak. Karna dengan metode dongeng salah satu metode menyenangkan.

Hamdani SH, selaku staf FR DASI Lotim mengatakan Dengan metode dongeng diharapkan dapat memberikan impress baru untuk anak anak.

Tujuan DASI NTB Cabang Lotim dalam kemitraan metode dongeng adalah untuk Bandingan Bedah Bale Swadaya, yang dimana program tersebut di tujukan untuk masyarakat duafa.

“efektifnya pengumpulan donasi utk program BBS (Bedah Bale Swadaya) DASI,” katanya

Mitra dongeng oleh DASI ini memungut penggalangan dana seikhlasnya di seluruh sekolah Lombok Timur.

“Program kedepannya DASI cabang Lotim adalah akan melakukan latihan mendongeng untuk guru guru TK-SD di kecamatan Pringgasela ini,” ujarnya

Pihaknya telah minta konfirmasi dari Kadis, dan Kadis mengatakan untuk minta persetujuan UPTD terlebih dahulu.

Dari Program metode Dongeng tersebut Hamdani berharap bisa mengcover seluruh sekolah di lotim, sehingga dana terkumpul untuk satu rumah. “Dana untuk satu rumah itu RP50 juta,” pungkasnya

Dani mengatakan beliau memiliki beberapa tim, namun karna belum memiliki pendongeng yang dapat dipakai maka itu mengimpor dari pusat.

“Karna kami belum memiliki pendongeng yang baik, meskipun sederhana juga belum memiliki kriteria, adanya yang bisa kadang waktunya tidak bisa,” jelasnya

Marlina Susilawati selaku Wakasek di TK negeri 1 Pringgasela mengatakan, karna sudah di setujui oleh Kanit dan ada dukungan untuk maka program ini harus dicetuskan

“Minimal file Project nya itu, tingkat TK dimulai dari Paud baik formal maupun nonformal,” katanya

Baca Juga :  Pupus Sudah Harapan Dinas Perindustrian Lotim Kejar Target PAD 2023 Sebesarnya Rp 5,5 Miliar

Lebih jauh dikatakan Marlina untuk tingkat SD di Pringgasela masih mulai mencoba di SD negeri 1 Pringgasela karna masih satu atap dengan TK negeri tersebut. Menjadi SD pertama di Pringgasela yang menganut metode Dongeng.

Selanjutnya nanti akan berkoordinasi dengan PKG paud. Terkait pelaksanaan di beberapa titik di Gugus ,pihak Kanit sudah ada lampu hijau.

“Karna siswa TK kami sedikit, jadi kami meminta Kolaborasi dengan SD kelas bawah, jadi mengusulkan ke pak Kanit langsung diizinkan,” ujarnya

Kalau metode sebenarnya apapun bisa, yang penting menarik bagi anak.

Lebih jauh dikatakannya harapan kedepan para guru memiliki kemampuan dongeng minimal bisa menarik perhatian anak sehingga setiap pesan itu akan tersamapaikan dengan baik dan melekat pada anak.

Metode dongeng di Pringgasela merupakan hal baru, maka itu akan dilakukan secara berkala dititik titik yang berbeda.

Kak Fiki selaku Pendongeng menuturkan, untuk menjadi pendongeng butuh waktu yang lama untuk belajar. Menjaga Vita suara agar tidak sakit itu diutamakan, karna perlu keseimbangan.

Lebih jauh dikatakannya akan melakukan pelatihan metode dongeng ke guru guru.
“Tidak perlu sewa hotel, bikin kelas nanti saya yang datang ke sekolah,” katanya.

Nantinya dalam satu kecamatan ada perwakilan satu atau dua guru dari setiap sekolah kita latihan selama dua atau tiga hari.

“Kalau dua materi dan praktek itu seimbang dia, materi praktek, materi praktek, tapi lebih bagusnya tiga hari,” pungkasnya.(aty).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here