Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Timur mengakui jika kuota Blangko untuk pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) mengalami limit, sehingga kebutuhan masyarakat belum bisa di maksimalkan.
Kepala Dinas Dukcapil H Sateriadi, mengatakan bulan Januari kemarin pihaknya minta 20 ribu blangko, namun hanya dapat jatah hanya 2 ribu blangko saja, dan jatah itu yang kita bagi ke semua UPT Capil.
Karena masih dalam keadaan limit, penggunaan blangko masih diatur untuk keperluan yang mendesak saja, supaya lebih tepat sasaran.
“Saat ini, fokus kami pada pemula atau remaja yang mengajukan pembuatan KTP untuk persiapan Pilkades dan pilkada mendatang, lalu lansia dan penyandang disabilitas yang keperluannya untuk berobat, kemudian baru yang lainnya,” katanya saat di temui di ruang kerjanya (7/2).
Limitnya blangko tidak hanya terjadi di daerah Lotim, bahkan di Nusa Tenggara Barat (NTB) saja, namun terjadi di semua wilayah secara nasional, lanjutnya.
“Kekurangan blangko ini bukan hanya di kita saja, tapi di semua daerah secara nasional, untuk itu kami berharap masyarakat bisa lebih bersabar apabila diminta harus menunggu beberapa waktu,” imbuhnya.
Kondisi tersebut belum dapat di prediksi sampai kapan bisa normal kembali, namun Sateriadi tetap berharap pemerintah pusat dapat memenuhi blangko sesuai permintaan, agar semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,pungkasnya (aty)








