
Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Di balik tembok Lapas Kelas IIB Selong, secercah harapan tumbuh subur. Bukan lewat bangunan megah, melainkan dari sentuhan tanah Menanga Baris yang kini menyimpan potensi emas. Porang, tanaman umbi bernilai jutaan, menjadi tonggak baru dalam program pembinaan kemandirian warga binaan.
Kepala Lapas Selong, Ahmad Sihabudin, bersama Kepala Dinas Perindustrian Lombok Timur, Azlan, dan pakar porang Universitas Mataram, Prof. Suwarji. Turun langsung meninjau lahan subur di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), tempat di mana mimpi kemandirian lewat porang akan ditanam.
Penilaian Prof. Suwarji bak angin segar bagi asa warga binaan. “Lahan ini ideal untuk budidaya porang skala besar,” ujarnya mantap. Tanah yang subur dan miring landai menjanjikan hasil panen yang optimal, bukan hanya sekadar potensi ekonomi, namun juga harapan baru bagi mereka yang tengah menjalani pembinaan.
Lebih dari sekadar komoditas ekspor bernilai jutaan rupiah per kilogram dalam bentuk chip, porang membawa nilai pemberdayaan yang tak ternilai. Di balik setiap umbi yang kelak tumbuh, terukir kisah warga binaan yang berpeluh, belajar, dan merajut mimpi tentang kehidupan mandiri pasca kebebasan.
Kepala Lapas Selong, Ahmad Sihabudin, dengan penuh semangat menyatakan bahwa ini bukan sekadar program, ini adalah gerakan. ”Kami ingin warga binaan keluar dengan bekal kemandirian, dan porang adalah salah satu jalannya. Sinergi dengan pemerintah daerah dan akademisi menjadi kunci dalam mewujudkan visi ini,” ucapnya.
Kegiatan peninjauan berjalan lancar dan penuh antusiasme, menandai babak baru pembinaan di Lapas Selong. ”Dari balik tembok penjara, secercah masa depan mulai tumbuh, di mana harapan bersemi melalui tanaman porang yang bukan hanya produktif, namun juga inspiratif bagi semua,” demikian Kalapas.(ds2)







