Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pasangan Calon (Paslon) H. Tanwirul Anhar dan H. Daeng Paelori (HDP) mantap mendaftarkan diri ke KPU Lombok Timur sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur pada Pilkada mendatang di hari terakhir pendaftaran, Kamis (29/8).
Mendapatkan dukungan dari tiga partai yakni, PDI Perjuangan, PBB, dan Partai Buruh turut mengantarkan pasangan Tanwir-Daeng (TANDA) mantap maju sebagai peserta Pilkada di Gumi Patuh Karya ini.
Dalam konferensi persnya, Calon Bupati Lombok Timur H. Tanwirul Anhar mengatakan bahwa kehadiran pasangan yang terkenal dengan jargon paket TANDA pada Pilkada Gumi Patuh Karya adalah berkat sang pencipta dan doa dukungan yang kuat dari masyarakat.
”Karena Allah dan masyarakat yang mendoakan lalu muncul pasangan TANDA ini dikemudian hari dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Lombok Timur yang beragam,” sambungnya.
Setelah surat pernyataan pendaftaran dinyatakan lengkap oleh pihak KPU Lombok Timur, hanya tinggal menunggu verifikasi. Tanwir juga berharap Pilkada di Gumi Patuh Karya ini menjadi pesta rakyat yang damai meski banyak calonnya. Beda jika kontestan itu terdiri dari dua atau tiga orang.
Senada dengan itu, Calon Wakil Bupati Lombok Timur HDP, mengatakan bahwa paket TANDA ini berkoalisi dengan rakyat dan sesuai permintaan masyarakat Lombok Timur.

Daeng juga turut mengapresiasi putusan MK tentang UU Pilkada yang salah satunya berisi suara sah bagi calon kepala daerah hanya 7,5 persen saja. Jika dibandingkan dengan UU sebelumnya, yaitu seorang calon harus memperoleh sekitar 20 persen atau 25 persen keterwakilan partai di parlemen. Perolehan minimal 20 persen ini menurutnya bagi seorang calon sangat sulit.
”Alhamdulillah berkat doa masyarakat yang ingin mengharapkan kami bisa memimpin bersama dengan komponen-komponen yang lain pada akhirnya hari ini kami bisa mendaftarkan diri ikut berkontestasi sebagai calon di pemilihan kepala daerah Lombok Timur,” ungkapnya.
Kendati diakuinya bahwa pada aturan sebelumnya cukup memberatkan untuk berkoalisi, dan namanya masuk sebagai salah satu calon yang direkomendasikan Partai Golkar.
”Sebelumnya saya tidak terlalu aktif mencalonkan diri di partai Golkar karena aturan, terlebih di Lombok Timur partai Golkar hanya menduduki 4 kursi sehingga butuh partai koalisi untuk bisa mendapatkan jatah calon,” tutup HDP.(ds2)








