Home Headline Diduga Keracunan Olahan Rumput Laut Warga Lombok Timur Meninggal Dunia

Diduga Keracunan Olahan Rumput Laut Warga Lombok Timur Meninggal Dunia

185
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Warga asal desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara meninggal dunia diduga terindikasi keracunan makanan tradisional olahan rumput laut atau masyarakat Lombok kenal dengan nama pencok geranggang.

Korban-korban tersebut diantaranya yaitu, H. Lalu Abdullah (65) korban meninggal dunia, Baiq Zubaidah (56) istri dari H. Lalu. Abdullah (alm) saat ini masih di rawat di RS Risa Selong, Baiq Siska Apnita (30) masih di rawat di RSI Risa Selong, Lalu Satria (35), dan Lalu Rusmiadi (22) merupakan satu keluarga. Ibu Diana (40) saat ini dirawat di RSUD dr R Soejono Selong, Rahmin, dan indra Seftiana.

Kasi Humas Polres Lombok Timur (Lotim) Iptu Nikolas Oesman mengatakan bahwa korban yang melapor adalah satu keluarga diduga terindikasi keracunan makanan olahan dari rumput laut yang dikenal dengan nama pencok geranggang.

“Menurut keterangan saksi Lalu Rusmiadi bahwa pada hari Selasa (9/5) sekitar pukul 13.00 wita semua korban tengah makan bersama dengan lauk berupa ayam goreng, sate dan lauk olahan rumput laut atau pencok geranggang itu,” katanya ketika dikonfirmasi, Sabtu (13/5).

Namun sekitar pukul 19.30 semua korban yang makan bersama itu mengalami gejala perut mual, mencret, dan muntah. Sekitar pukul 23.00 wita korban Baiq Zubaedah di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tak lama kemudian di susul oleh H. Lalu Abdullah dan korban Baiq Siska juga dilarikan ke Puskesmas,” tuturnya.

Karena merasa membaik H. L. Abdullah pun meminta pulang, sedangkan Baiq Zubaedah dan menantunya Baiq Siska masih di rawat di Puskesmas.

“Tetapi korban H. Lalu Abdullah kembali mengalami mencret dan kembali dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke RSI Anggoro Terara, dan sekitar pukul 21.00 korban H. Lalu Abdullah meninggal dunia pada Kamis (11/5),” jelasnya.

Baca Juga :  PT. Losinta Diduga Lakukan Investasi Bodong, Tujuh Ribu Orang Nasabah Rugi Puluhan Miliar

Tak hanya itu, Nikolas juga mengatakan korban tak hanya pada satu keluarga itu saja, tapi beberapa warga yang memakan Pencok Geranggang tersebut juga mengalami gejala yang sama bahkan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Soedjono Selong.

Melalui kejadian tersebut Nikolas menghimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih selektif dalam membeli dan mengkonsumsi makanan olahan tradisional karena tidak terdaftar masa kadaluarsa dari BPOM maupun dinas kesehatan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar bisa lebih selektif dalam membeli dan mengkonsumsi makanan terutama olahan tradisional karena tidak terdaftar masa kadaluarsa,” pungkasnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here