Penulis: Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Publikasi jurnal perguruan tinggi merupakan bentuk konkret pelaksanaan tridarma di perguruan tinggi, khususnya pada pilar penelitian. Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. Idawati, M.Pd, kepada awak media, pada Kamis (22/2).
Alumnus doktor Universitas Negeri Malang ini, memandang bahwa jurnal kampus menjadi diseminasi untuk mengkomunikasikan proses dan upaya pengembangan pengetahuan yang dimana merupakan core dari tanggung jawab dan kegiatan akademik di perguruan tinggi.
“Keberadaan jurnal kampus ini merupakan faktor pembeda antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lain seperti pendidikan dasar, menengah dan pesantren misalnya,” ucapnya.
Karena itu, publikasi jurnal sebuah perguruan tinggi merupakan ruh dari eksistensi suatu kampus. “Tanpa riset yang di publikasikan lewat jurnal ilmiah, perguruan tinggi sama saja dengan lembaga pendidikan yang disebut sebelumnya, dan Ia hanya konsen dan sibuk dengan dirinya sendiri. dan tidak relevan dengan kondisi social lingkungannya,” jelasnya.
Dikatakan lebih jauh, jurnal juga dapat menyuguhkan pengetahuan alternatif yang berbasis scientific investigation yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah di tengah derasnya informasi mentah (unverified), hoaks dan sejesnisnya lewat gempuran teknologi informasi atau social media yang cenderung berdampak buruk bagi pencerdasan masyarakat, jurnal menjadi media untuk tukar gagasan (ideas exchange) di kalangan dunia kampus, sehingga hasil riset yang dipublikasikan menjadi konsen dan relevan dengan kepentingan publik, dan menjadi rujukan (term of reference) bagi masyarakat intelektual dan pengembangan pengetahuan di masa depan.
“Selain itu, jurnal juga menjadi alat untuk mengetahui dan mapping status dan kapasitas sebuah perguruan tinggi dalam ranah penelitian yang menjadi salah satu core kegiatan akademik di lembaga perguruan tinggi tersebut,” imbuhnya.
Disebut pula, bahwa jurnal menjadi bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, di bawah kepemimpinannya, Fakultas Tarbiyah IAIH Pancor telah mencapai beberapa prestasi berkaitan dengan pengelolaan jurnal, yaitu sudah on target dari tujuh tujuh jurnal di Fakultas Tarbiyah, ada beberapa yang sudah terakreditasi SINTA, dan lainnya sedang proses reakreditasi. “Target kita adalah meningkatkan status akreditasi ke jenjang yang lebih tinggi (SINTA 2 SINTA 1),” ujarnya.
Dalam mengemban amanah di Fakultas Tarbiyah, Dr. Idawati, M.Pd menegaskan akan terus berusaha untuk meningkatan kualitas jurnal dengan beberapa langkah, diantaranya pertama, meningkatkan kapasitas pengelola jurnal baik teknis maupun manajemen, lewat workshop and pelatihan publikasi jurnal.
“Kemudian kedua, merekrut eksternal experts menjadi reviewer jurnal. Dan ketiga, meningkatkan kemampuan menulis dan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa sesuai dengan persyaratan grade jurnal, misalnya beberapa jurnal di Fakultas Tarbiyah sudah terkarditasi Sinta maka dosennya harus mampu menulis degan standar tersebut,” lanjutnya.
“Sehingga ekistensi jurnal ini bisa menjadi cerminan SDM khususnya dosen pada bidang penelitian dan publikasi,” Demikiannya.(ds2).






