Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Closing Ceremony Gawe Dita Ke 114 Desa Rempung Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB berlangsung meriah tampilkan sebanyak 79 penari kolosal nusantara hingga peragaan busana terbaik dari bahan daur ulang sampah berlangsung di Kantor Desa Rempung, pada Sabtu malam (17/8).
”79 penari kolosal nusantara ini ditampilkan sekaligus menyambut dan memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke 79,” ucap Ketua Gawe Dita Desa Rempung Irawadi Muhammad dalam laporannya.

Semarak kegiatan Gawe Dita menjadi satu rangkaian dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 79 dengan mengangkat tema “Nyir Gading” (Buah kelapa gading, red) yang artinya tumbuh utuh dan bermanfaat.
Kegiatan yang telah dibuka sejak 30 Juli 2024 hingga 17 Agustus 2024 ini nampak mendapat antusias tinggi dari masyarakat Desa Rempung dan sekitarnya hingga malam puncak penutupan ini ratusan masyarakat memenuhi semua halaman kantor desa.
Kegiatan yang telah berlangsung selama 2 minggu ini seperti pawai ta’aruf, gerak jalan, lomba mewarnai, sketsa rakyat, lomba fashion show daur ulang sampah antar kecamatan dan 11 item lainnya. Namun paling spesial untuk panitia dan masyarakat Desa Rempung adalah mubir syuro.
”Mubir syuro adalah khasanah dari nenek moyang kami yang alhamdulilah tetap dilestarikan,” katanya.

Adapun lomba fashion show daur ulang sampah antar kecamatan juga disebutkan sejalan dengan program Rempung Bebas Sampah (Rebesa) disyukuri pihaknya konsisten mengelola sampah hingga memanfaatkannya dengan layak dan memiliki nilai jual beli.
”Festival gawe Dita ini harapan kami kedepannya sesuai dambaan bapak Kepala Desa Rempung, dari desa menuju Indonesia,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Rempung Muh. Syakirin menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat bangga menjadi bagian dari masyarakat bahkan pemimpin Desa Rempung dan mengajak masyarakat menjadi perkasa Rempung yang baik.
”Jadilah perkasa Rempung yang baik, bangun desa kita dan junjung desa kita ini. Semoga acara gawe Dita ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pringgasela Lukmanul Hakim, mengapresiasi kegiatan Gawe Dita ini dan menuturkan tak menyangka akan berjalan semeriah ini. Disebutkan pula bahwa kegiatan yang baik ditorehkan untuk dikenang.
Adapun terkait tema Gawe Dita ini, camat pringgasela mengatakan Nyiur Gading jika dijadikan obat tidak boleh dijatuhkan ke tanah melainkan dibawa dari atas. Sehingga nyiur gading menurutnya memiliki nilai-nilai yang sangat tinggi. ”kami berharap masyarakat desa Rempung seperti nyiur gading, kecil tapi bermanfaat bagi masyarakat semua,” katanya.
Selain itu dituturkan bahwa dari semua rangkaian kegiatan perlombaan Gawe Dita, ia mengungkap telah mengajukan desa Rempung sebagai peserta lomba desa inges mewakili kecamatan pringgasela tahun ini tingkat kabupaten Lombok Timur.
”saya berharap semua masyarakat berkontribusi besar untuk kita menunjukkan bahwa desa Rempung terbaik dalam lomba desa inges tahun 2024,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan lansia oleh kepala desa Rempung, camat dan Kapolsek Pringgasela. Serta pengumuman peringkat semua kegiatan yang dilombakan.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Desa Rempung, Camat Pringgasela, Kapolsek Pringgasela, tamu undangan dan masyarakat desa Rempung.(ds2)








