Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com.Kemarau panjang seperti sekarang ini memberikan tantangan pada kesehatan tubuh manusia terutama berkaitan dengan risiko dehidrasi, dimana tubuh sering diterpa suhu tinggi dan terik matahari bakal kehilangan cairan dua kali lebih cepat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur, Pathurrahman mengajak masyarakat agar menyesuaikan aktivitas sehari-hari dan mencegah terjadinya dehidrasi. “Dehidrasi di musim kemarau itu sebenarnya tergantung aktivitas,” kata Pathurrahman saat ditemui diruangannya, Rabu (6/9).
Pathur menyebutkan bahwa aktivitas seseorang itu tinggi sebaiknya minum lebih banyak air agar tubuh tidak sampai kekurangan air. “Karena air fungsinya besar dalam tubuh kita, karena air di dalam tubuh sebagai pelarut. Kalau dalam bahasa kesehatan, hidrolisasi, sebagai zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi minum sesuai dengan aktivitas,” ujarnya.
Kendati pada musim kemarau saat ini, masyarakat dihadapkan dengan ketersediaan air yang mulai menipis. Sehingga untuk mengimbangi kebutuhan air di dalam tubuh, seseorang harus mengurangi aktivitas yang berlebihan. “Tetapi bukan berarti harus bermalas-malasan,” lanjutnya.
Pathurrahman menekankan pula agar masyarakat tetap konsumsi air yang layak atau air yang sehat. “Minum itu air yang sehat, ada istilahnya bisa dilihat secara fisik dan kimia. Setidaknya secara fisik tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, itu secara fisik air, kalau secara bakterologi diperiksa di laboratoriuam,” jelasnya.
“Intinya minum air yang sehat, kalau tidak seperti itu bisa menyebabkan diare dan gangguan saluran pencernaan dan lainnya,” sambungnya.
Diingatkannya pula bahwa diare janganlah dianggap sepele, mengingat penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian jika diare itu tergolong parah. “Kalau diare nutrisi bisa keluar terjadi dehidrasi bisa bahaya sampai ke tingkat kematian kalau diare kita parah. Diare dan saluran pencernaan tidak boleh dianggap remeh,” Demikiannya.(aty)








