Home Lombok Timur Bukan Sekadar Bagi Uang: BAZNAS Lotim Suntik Rp 90 Juta untuk 60...

Bukan Sekadar Bagi Uang: BAZNAS Lotim Suntik Rp 90 Juta untuk 60 Pedagang Pasar Tenten, Bupati: Jangan Habiskan untuk Bayar Utang Rentenir!

47
0
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang turun langsung meresmikan komunitas pedagang Tenten sebagai UMKM binaan BAZNAS mengaku kaget sekaligus bangga.

Penulis: Mustaan Suardi

Lombok Timur.Ditaswara.com.– Jika biasanya bantuan pemerintah hanya mampir di aula kantor, kali ini beda. Baznas Lombok Timur masuk langsung ke lorong-lorong sempit Pasar Tenten Gandor SMART, Senin (19/10/2026).

Sebanyak 60 pedagang kecil di pasar itu menerima suntikan modal usaha masing-masing Rp 1,5 juta. Total Rp 90 juta digelontorkan. Bukan pinjaman, bukan kredit. Hibah zakat produktif.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang turun langsung meresmikan komunitas pedagang Tenten sebagai UMKM binaan BAZNAS mengaku kaget sekaligus bangga.

“Jujur, ini baru pertama saya lihat bantuan masuk sampai ke dalam pasar, masuk ke rumah-rumah sempit. Tidak pernah sebelumnya. Ini yang bagus,” kata Haerul dengan nada tegas di hadapan puluhan pedagang.

Di hadapan Kapolres, Kajari, Dandim 1615 dan Camat Selong yang ikut hadir, Bupati menitip pesan keras: *Uang ini jangan jadi bancakan.*

“Jangan dipakai untuk konsumtif. Jangan dipakai untuk bayar utang rentenir. Kalau mau maju, modal ini harus diputar. Kalau sudah berkembang, ingat, sisihkan untuk zakat,” pesannya.

Pesan itu relevan. Selama ini banyak pedagang kecil di Selong yang tercekik rentenir harian dengan bunga 10-20%. Ambil pagi Rp 500 ribu, sore harus kembalikan Rp 550 ribu. Lingkaran setan yang tak pernah putus.

Bantuan BAZNAS ini menjadi pemutus rantai itu.

Wakil Ketua II BAZNAS Lotim, Hamidi menjelaskan, program ini bernama *Mustahik Mandiri Sejahtera*. Dana berasal dari zakat, infak, sedekah masyarakat Lombok Timur sendiri.

“Targetnya bukan membuat mereka selamanya menerima. Hari ini mustahik, besok harus jadi muzaki. Hari ini penerima zakat, besok jadi pemberi zakat. Itu tujuan zakat dalam Islam,” tegas Hamidi.

Namun Bupati tidak hanya bicara soal uang. Ia menyoroti hal yang luput dari program sejenis: *sampah*.

Baca Juga :  Pembangunan Talud Saluran Irigasi Program Utama TMMD Ke-121 di Kodim 1615/Lotim Berdampak Positif di Dua Desa Terpilih

Di sela sambutan, Haerul menunjuk langsung selokan pasar yang mampet penuh plastik.

“Percuma modal dikasih Rp 1,5 juta kalau lingkungannya jorok dan jadi sumber penyakit. Dagang tidak akan betah kalau bau. Pemerintah sudah siapkan anggaran tambahan khusus sampah. Tapi pedagang juga jangan abai,” sentaknya.

Menurutnya, pasar yang bersih adalah modal kedua setelah uang. Pembeli akan nyaman, dagangan laku.

Program bantuan modal ini sendiri bukan yang pertama. Sejak 2025, Pemkab Lotim bersama BAZNAS telah menyalurkan bantuan sakit, bedah rumah, hingga modal usaha di sejumlah kecamatan.

Tantangannya sekarang ada di pedagang itu sendiri. Apakah Rp 1,5 juta itu akan hilang dalam seminggu untuk belanja dapur, atau justru jadi Rp 3 juta bulan depan?

60 pedagang Tenten Gandor kini memegang jawabannya.(ds1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here