Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com- Dimasa kondisi Savana yang saat ini mulai alami mengering menjadi perhatian dari pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran di lahan Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat (NTB), BTNGR lebih memperketat lagi pemantauan di sejumlah titik savana terutama pada jalur pendakian di Sembalun.
Kepala Seksi PTN Wilayah I BTNGR, Dwi Pangestu mengatakan bahwa pihaknya lebih memperketat lagi spot-spot Savana yang diatensi mudah terbakar, “Spot-spot yang diatensi ini terutama di savana yang mudah terbakar. Selain itu, rumput rumput yang ada di daerah savana Sembalun sangat rawan alami kebakaran,” ucapnya ketika dikonfirmasi media ini, Sabtu (19/8).
Daerah Sembalun lanjut kata dia, beberapa kali kerap mengalami kebakaran. Tak hanya di jalur pendakian tetapi juga di bukit yang berdekatan dengan kebun masyarakat. “Kondisi seperti ini sering terjadi akibat aktivitas manusia. Kita bersama stakeholder terkait mulai perbanyak sosialisasi terutama terkait pengendalian penggunaan api ini,” jelasnya.
Dwi juga menuturkan bahwa BTNGR juga telah memasang imbauan serta ketentuan di jalur pendakian. “Seperti orang yang merokok dan ketika melakukan aktivitas masak, dimana penggunaan api itu harus dikendalikan. Tidak sembarangan. Peraturan mana yang boleh dan tidak itu diperketat,” imbuhnya.
Selain itu, Dwi juga menyebutkan bahwa pendaki saat ini sudah normal. “Sejauh ini normal dan ramai selama bulan Agustus ini. Baik itu di gerbang pendakian Senaru, Sembalun, Torean tetap dibuka normal,” Pungkasnya.(aty)








