
Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com . Nasib malang menimpa seorang bocah laki-laki bernama M. Azril Filah Busairi (4). Warga Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Lombok Timur ini dilaporkan hanyut terseret arus parit saat asyik bermain hujan, Selasa (24/2) pagi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Polsek Selong dan Tim SAR Lombok Timur masih terus berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran selokan yang meluap akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 08.45 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya mendatangi rumah temannya, Putri, untuk mengajak bermain hujan-hujanan di depan SDN 1 Selong, Jalan Pattimura.
Ibu Putri, Lia Andriani, sebenarnya sudah melarang kedua anak tersebut keluar. Lia bahkan sempat memberikan ponsel dan mengunci pintu rumah agar mereka tetap berada di dalam. Namun, saat Lia tertidur pulas, kedua bocah tersebut diduga nekat keluar rumah melalui jendela.
Tak berselang lama, Putri kembali ke rumah dan membangunkan ibunya dengan kabar mengejutkan. Ia melaporkan bahwa Azril telah turun ke parit untuk bermain air dan seketika hilang ditelan arus.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, membenarkan adanya laporan musibah tersebut. Setelah menerima kabar dari Lia, ayah korban, Busairin, bersama warga sekitar langsung melakukan penyisiran mandiri.
”Warga sempat menyusuri aliran parit hingga simpang empat TPU Selong, namun hasilnya masih nihil,” ujar AKP Nikolas.
Kondisi air di dalam parit saat kejadian dilaporkan cukup besar dan deras, meski saat itu intensitas hujan mulai mereda. Hal ini disebabkan oleh hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Selong beberapa saat sebelumnya.
Tim SAR memprediksi korban bisa terbawa arus hingga ke wilayah Kelayu. Namun, proses pencarian di lapangan menghadapi kendala karena cuaca yang masih tidak menentu dan debit air yang belum sepenuhnya surut.
”Kami mengimbau kepada para orang tua di wilayah Lombok Timur untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak kita, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan lebat demi menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.(ds2)







