Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Dinas Perindustrian kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai menyerah kejar target Rp 5,5 miliar tahun ini. Dimana pada Triwulan ke 3 tahun 2023 ini potensi beberapa PAD Lombok Timur tidak bisa di optimalkan, seperti keberadaan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT), Porang, hingga UPT Logam.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian, Musmuliadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum beranjak dari proses pengadaan sarana dan pra sarana ke proses industri. “Jika dilihat saat ini kita nggak usah kita gombal-gombal kayaknya tidak tercapai (PAD), karena kita masih proses,” ucap Musmuliadi, saat dikonfirmasi pada Jumat (8/9).
Dikatakannya bahwa hal ini disebabkan oleh APHT, Porang, dan UPT Logam yang belum maksimal pengoprasiannya, namun bukan berarti tidak sama sekali berproses. Diketahui bahwa sampai saat ini, APHT di Paokmotong masih terus terjadi penolakan dari masyarakat, sehingga target awal pelaunchingan pabrik tembakau itu molor hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
“Kita sama-sama saksikan APHT juga in sya allah kita akan sama-sama selesaikan, dan setelah ini saya akan selesaikan di Porang,” ungkapnya.
Sehingga hal ini mengharuskan sebelum masa jabatan Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy usai dari pihak Dinas Perindustrian harus bisa menuntaskan masalah yang mengakibatkan penundaan pengoprasian sejumlah objek PAD itu terjadi. “Harus kita realisasikan dalam arti paling tidak kita sudah peresmian atau launching sebelum selesainya masa jabatan Bupati,” Pungkasnya.(aty)








