Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com.Sepanjang tahun 2022 , ditemukan sebanyak 171 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lombok Timur. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Budiman Satria, mengatakan kasus DBD Januari tahun ini dibandingkan Januari tahun lalu di Lombok Timur alami penurunan.
“Melihat periode yang sama, Januari 2022 kemarin sebanyak 171 kasus kita temukan. Alhamdulillah, tahun ini di awal Januari ini hanya 83 kasus, jadi terus menurun dibandingkan Januari tahun lalu,” katanya, Kamis, (9/1).
Dari hasil pantauan, puncak dari DBD ini adalah di bulan Januari, yang biasanya berangkat dari bulan Oktober.
“Puncak dari DBD ini di bulan Januari, berangkat dari bulan Oktober,” ucapnya.
Lebih jauh dikatakan Budiman, pihaknya meminta puskesmas untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat bagaimana upaya menanggulangi DBD.
“Penampungan air minimal dikuras satu kali seminggu, agar menjaga nyamuk tidak berkembang biak disana,” ujarnya
Budiman juga menghimbau kepada masyarakat untuk antisipasi gejala DBD yakni, Jika mengalami demam lebih dari 3 hari, nyeri, dan timbul bercak merah di lengan, jika ada yang mengalami diharapkan segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit apakah terjangkit DBD atau tidak.
Budiman mengatakan, musim penghujan belum usai, mari kita sama-sama jaga kondisi, bersihkan lingkungan yang kotor, serta cuaca yang tidak menentu salah satunya meningkatkan potensi demam berdarah dengue (DBD),” ujarnya
Budiman berharap kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan tetap menerapkan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur.(aty).








