Home Berita Sorotan Fiskal Daerah, Wabup Lotim Minta BUMD Dorong Keuangan Berkelanjutan

Sorotan Fiskal Daerah, Wabup Lotim Minta BUMD Dorong Keuangan Berkelanjutan

85
0
Wabup rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran direksi, manajemen, dan karyawan PT Selaparang Finansial, Rabu (5/11), di Aula lantai 2 kantor BUMD.

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya sinergi dan implementasi program keuangan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika fiskal daerah yang dinilai ekstrem. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran direksi, manajemen, dan karyawan PT Selaparang Finansial, Rabu (5/11), di Aula lantai 2 kantor BUMD.

Dalam kesempatan ini, Wabup Edwin menyoroti kondisi fiskal daerah Lotim yang mengalami dinamika signifikan pada tahun 2025. Terjadi pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga mencapai Rp 229,336 Miliar.

Meskipun dana tersebut ditarik ke pusat, Wabup mencatat bahwa dana itu dikembalikan dalam bentuk kegiatan Instruksi Presiden (Inpres), seperti revitalisasi sekolah. Namun, kondisi ini tidak didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim yang saat ini belum mencapai 15 persen dari APBD, menunjukkan ketergantungan daerah yang kuat terhadap transfer pusat.

”Kami berharap memperoleh masukan yang lebih luas dan jernih, berdasarkan data yang sesuai dan tidak terdistorsi, sehingga menghasilkan keputusan yang baik,” ujar Wabup yang didampingi Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan.

Kepada PT Selaparang Finansial sebagai lembaga keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan, Wabup mengingatkan agar mempertimbangkan aspek keuangan berkelanjutan sebagai fokus investasi dan penyaluran anggaran untuk tahun 2026. Hal ini sebagai langkah strategis jangka panjang di tengah tantangan fiskal.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani, berkomitmen untuk mengoptimalkan target perusahaan.

“Masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki untuk memaksimalkan target-target kami di tahun 2025. Dengan sisa yang ada, kami bisa mengoptimalkan apa yang ada pada kami,” tutur Iva.

Senada, Komisaris Utama PT Selaparang Finansial, M. Isroi, mengakui arahan Wabup ini menjadi panduan penting dalam menyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan PT SF dapat beroperasi secara berkesinambungan, tumbuh, dan aktif membantu dalam kegiatan sosial dan program lingkungan di Lotim.

Baca Juga :  KPU Lombok Timur Tetapkan Nomor Urut Paslon Pilkada

Rakor ini menjadi landasan strategis bagi PT Selaparang Finansial untuk menyusun program kerja tahun 2026 yang lebih selaras dengan kebijakan Pemda, terutama dalam hal pembiayaan berkelanjutan dan dukungan terhadap target pembangunan daerah.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here