Penulis: Redaksi
Lombok Timur.Ditaswara.com. Mahasiswa asal Desa Rempung yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi tanah air resmi membentuk Forum Mahasiswa Rempung (FORMARE) dalam sebuah pertemuan dan konsolidasi di Musholla H. Abdul Hamid, RW Lestari Desa Rempung. Forum ini bertujuan menjadi wadah inovasi, kreativitas, dan kolaborasi bagi mahasiswa guna meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat desa. “Pembentukan FORMARE menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas dan peran mahasiswa dalam membangun Desa Rempung,” kata Ketua FORMARE Arkan Pawwaz.

Kegiatan konsolidasi ini lanjut Arkan,dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi, antara lain UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Mataram, UIN Walisongo Semarang, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR), Politeknik Kesehatan Mataram (POLTEKKES Mataram), Universitas Hamzanwadi, ITEKES Bali dan Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor. Pembentukan forum ini digagas oleh sejumlah mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan desa, di antaranya Para Inisiator seperti , Safri, Rodi, Osi, dan Beben.
” Mereka ini berperan sebagai inisiator utama dalam merancang konsep, visi, serta struktur kepengurusan forum agar dapat berjalan sistematis dan berkelanjutan, ” imbuhnya.
FORMARE telah membentuk struktur organisasi dengan lima departemen utama yang akan menjadi pilar dalam menjalankan berbagai program kerja. Departemen tersebut meliputi Keagamaan dan Sosial Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Hubungan Masyarakat (Humas), Media dan Informasi (Medinfo), serta Minat dan Bakat. Dengan adanya departemen ini, FORMARE berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat desa.
“Pembentukan FORMARE didasari oleh visi besar, yaitu membentuk forum mahasiswa Desa Rempung yang inovatif, kreatif, dan kolaboratif sebagai wadah inspirasi bagi anggotanya dalam berkontribusi terhadap masyarakat,” jelas Arkan
Arkan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin dan Filsafat program study ilmu hadis juga berharap ,Forum ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik, sosial, maupun budaya. Melalui sinergi yang terbangun, FORMARE ingin memberikan dampak positif yang nyata bagi pembangunan desa.
Dengan terbentuknya FORMARE, mahasiswa Desa Rempung kini memiliki wadah resmi untuk saling terhubung dan berkontribusi bersama. Forum ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga sarana untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta menjalankan berbagai program sosial dan akademik.
“Para pengurus dan anggota berharap agar FORMARE dapat menjadi gerakan mahasiswa yang aktif dan berkelanjutan dalam membawa perubahan positif bagi Desa Rempung,” tutupnya.(ds1).








