Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Menjadi Pantai nomor 5 terkotor, Pandawara Group ajak masyarakat lakukan aksi bersih Pantai di Labuhan Haji Lombok Timur, pada Minggu (18/2).
Pantai Labuhan Haji menjadi pantai ke-5 yang dikunjungi oleh Pandawara Group dalam kurun waktu tiga tahun belakangan dan akan terus berlanjut di daerah-daerah lain di Indonesia. Aksi bersih Pantai tersebut menjadi sorotan sehingga menyedot ribuan partisipan dari seluruh elemen, baik Forkopimda, hingga komunitas pecinta lingkungan setempat.
Salah seorang Anggota Pandawara Group, Gilang Rahma mengucapkan terimakasih dengan suport dan dukungan dari pemerintah daerah hingga masyarakat setempat yang begitu antusias mengikuti agenda tersebut.
“Kegiatan hari ini sangat luar biasa dan kita patut apresiasi untuk seluruh volunter yang hadir untuk Porkopimda, Polri juga TNI, kita sangat speechless banget dengan antusiasme masyarakat, luar biasa semangat mereka,” ucap Gilang.
Ia pun meluruskan statement yang banyak beredar yakni tentang klaim bahwa pantai Labuhan Haji menjadi terkotor nomor lima di Indonesia. Ia menyebut bahwa hal itu merupakan urutan dari pantai yang dikunjungi Pandawa Group. “Perihal untuk pantai terkotor kelima sudah kita pernah jelaskan di event kita sebelumnya bahwa itu adalah urutan kunjungan Pandawara, karena selama 3 tahun ini kita bakal keliling Indonesia,” jelasnya.

Dia juga mengungkap pihaknya akan terus melakukan aksi yang sama dalam tiga tahun ke depan, yakni dengan berkeliling ke 38 Provinsi di Indonesia dengan memberikan perhatian besar pada Pantai yang memang sudah sangat darurat mengalami kerusakan lingkungan yang cukup hebat. “Terkait kondisi Pantai Labuhan Haji sendiri, Pandawara sudah melakukan observasi sebelum berkegiatan,” katanya.
Hingga pihaknya telah mengetahui bagaimana cara sampah dan dinamika sampah bisa bermuara di Pantai tersebut. Sehingga, Ia menekankan kepada masyarakat dan Pemda setempat untuk terus konsisten menjaga lingkungan dengan menggencarkan kolaborasi antar elemen.
“Jadi kita kasih pesan tidak hanya untuk pemerintah semata tapi untuk seluruh masyarakat, dan pada intinya seluruh kalangan masyarakat cakupannya pemerintah dan masyarakat yang lain agar bisa lebih bersinergi dan bisa lebih berkolaborasi saling menjaga lingkungan,” terangnya.
Ia mengungkap bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Pandawara ini tidak ada keterlibatan pihak ke tiga, apalagi dimotori untuk kepentingan orang lain. Selama berkegiatan, pihaknya sejauh ini hanya mengandalkan biaya operasional dari pribadi masing-masing.
“Kita di Pandawara tidak dinaungi oleh pihak manapun, tanpa mengurangi rasa hormat pihak yang lain, Pandawara selama ini di event event besar Pandawara kita berdiri sendiri dan kita berdiri di kaki sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, turut hadir pada kegiatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Hasni mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pandawara Group.
Ia menyebut hal itu menjadi pemicu semangat bersama Pemda bersama Masyarakat untuk terus memperhatikan Pantai Labuhan Haji dimana memang menjadi permasalahan yang dihadapi Pemda perihal sampah. “Mengingat Pantai Labuhan Haji sendiri menjadi daerah hilir yang setiap harinya selalu mendapatkan kiriman sampah dari hulu,” ucapnya.
“Pemda juga dalam hal ini bukan tutup mata, namun dalam dua bulan yang lalu kita pernah melaksanakan kegiatan pembersihan yang serupa,” lanjutnya.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa kurangnya kepedulian sebagian masyarakat akan sampah ini menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan kegiatan pembersihan ini pemerintah daerah memberi bantuan pinjaman alat traktor dari dinas pertanian untuk maksimalkan pembersihan.
“Kebersihan merupakan bagian dari pada iman semoga kegiatan kita hari ini menjadi ladang amal bagi kita, oleh karena itu marilah kita laksanakan kegiatan ini dengan rasa penuh tanggung jawab,” pungkasnya.(ds2)








