Penulis : Buati Sarmi
Editor : .Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com. Kain tenun Pringgasela, Lombok Timur sudah banyak dikenal karna kualitasnya yang bagus sehingga mampu menembus pasar Amerika Serikat dan pasar Jepang sejak tahun 2018 lalu.
Kain tenun Pringgasela merupakan warisan budaya turun temurun, yang dikembangkan dari generasi ke generasi dengan tetap mempertahankan metode tenun tradisional.
Sentosa Sasak Tenun, adalah salah satu Art Shop atau Galery tenun di Pringgasela yang sudah menembus pasar Amerika dan Jepang sejak tahun 2018.
Galery Sentosa Sasak Tenun menjual berbagai macam produk seperti kain, baju, tas, hingga sepatu motif tenun. Harga yang ditawarkan bervariasi, untuk kain mulai 400 ribu sampai Rp1 juta lebih.
Owner Sentosa Sasak Tenun, M Maliki mengatakan ia mulai mengembangkan kain tenun sejak 1995 dan semakin maju dan berkunjung tahun 2011. Berbagai macam Produk kain tenun sudah banyak ia jual bahkan sampai keluar daerah Seperti Jakarta.
“Mulai mengembangkan kain tenun ini sejak 1995, jatuh bangun tetap dijalankan namanya juga usaha, tepatnya tahun 2011 kain tenun ini mulai banyak pemesanan dari luar daerah,” katanya
Lebih jauh dikatakan, berbagai produk kain tenun sudah berhasil dipasarkan tidak hanya ke luar daerah seperti Jakarta tetapi juga di ekspor ke Amerika Serikat.
“Pasar kami sudah sampai di luar negeri, Amerika Serikat, Jepang paling banyak, lalu ke Malaysia. Kalau di Indonesia pasar kami paling besar itu di Jakarta,” katanya (23/1)
Pelanggan Sentosa Sasak Tenun dari luar negeri datang langsung membeli ke galery di Pringgasela, pelanggan di Amerika sekali datang bisa membeli seharga Rp. 40 juta.
“Bahkan dengan salah satu travel Amerika kami sudah memiliki kerja sama, mereka datang membawa tamu dari luar negeri untuk melihat proses penenunan di Pringgasela,” ujar Maliki.
Sentosa Sasak Tenun mewadahi lima kelompok tenun yang ada di Pringgasela, setiap kelompok memiliki anggota hingga 20 orang penenun tradisional.
Total penenun yang berada di bawah naungan Sentosa Sasak Tenun berjumlah Seratus lebih penenun. Setiap kelompok memiliki ketua yang akan menyeleksi kualitas hasil tenunan setiap anggota sebelum masuk ke galery.
“Total penenun dibawah naungan kami ada sekitar seratus lebih penenun, bahkan dalam satu kelompok ada yang sampai 20 orang,” tutupnya
Anisa Wijaya, salah satu pengunjung Galery Tenun Sentosa Sasak Tenun dari Bali mengatakan,adanya galery ini sebenarnya dari teman, memang dari Bali juga sempat searching tempat oleh oleh khas Lombok itu dimana, kebetulan waktu searching itu ada Sandiaga Uno pake selendang seperti di Galery ini, dari itu mulai kayak inisiatif harus punya selendang seperti ini.
” Ahirnya kesampaian juga, dan melihat langsung pembuatan kain tenun dan selendang ternyata masih pake alat alat tradisional, untuk itu jempol pokoknya dan semakin Maju ya Galery ini” kata Anisa salah satu pengunjung Galery Sentosa Sasak Tulen.(aty)








