Home Lombok Timur Wagub NTB Launching Gerakan Bhakti Stunting*

Wagub NTB Launching Gerakan Bhakti Stunting*

98
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur Ditaswara.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggerakkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kabupaten/kota untuk bergotong-royong menurunkan angka kasus stunting. Acara launching gotong royong Bhakti Stunting digelar di kantor desa Lendang nangka Utara bersama Posyandu Saling Asih, kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Senin (22/5).

Bupati Lombok Timur H.M Sukiman Azmy, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya kepada Pemerintah provinsi (pemprov) khususnya Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah karena telah berkenan menginterpensi kegiatan tersebut.

“Saya sangat merasa bangga kepada pemerintah provinsi NTB karena telah berkenan menginterpensi kegiatan ini dan merupakan wujud kasih sayang dan cintanya khususnya kepada masyarakat Lotim,”ujarnya.

Dalam kamus BLPI kata dia, ada yang namanya gerakan dimana artinya ialah dilakukan bersama-sama meliputi seluruh komponen masyarakat yang ada secara terstruktur dan fasih.

“Ini poinnya terstruktur dan fasih, dimana terstruktur ini dapat kita lihat baik itu dari dusun, desa, kecamatan, kabupaten dan semua terlibat kalau terkait penanganan Stunting ini,”lanjutnya

Di akhir sambutannya Bupati Sukiman meminta kepada kepala puskesmas, Kades, Kadus, dan Posyandu untuk benar-benar mengawal program Bhakti Stunting ini agar berhasil dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah mengatakan bahwa kalau memahami apa yang dilaksanakan insyaallah kita tahu apa yang akan diperbuat. Sedangkan secara teknis membagi tugas dari level kabupaten sampai dengan dusun.

“Apa yang harus dilakukan karena kita semua memiliki tugas tanggung jawab masing-masing,” ucapnya.

Dituturkannya bahwa Stunting adalah salah satu program prioritas dari presiden RI Joko Widodo dan pentingnya penurunan angka stunting secara nasional masih datang dari angka survei. Namun dalam hal ini provinsi NTB termasuk Lombok Timur sudah bisa membuktikan menyajikan angka stunting by name by adress.

Baca Juga :  Disnaker Lombok Timur Sebut Pengiriman TKI Tujuan Malaysia Dihentikan Sementara

“NTB termasuk Lombok Timur sudah bisa menyajikan angka stunting by name by adress, ini tidaklah mudah,” ucapnya

“Silahkan bapak ibu datang ke provinsi lain di Indonesia belum ada data, belum ada yang inputnya hampir seratus persen seperti di NTB” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa NTB secara bertahap mulai dari tahun 2019 inputnya baru 60 persen, tahun 2020 input naik ke 70 persen, namun mulai tahun 2021 input menjadi 99,5 persen terus sampai sekarang diinput secara maksimal diseluruh posyandu yang ada NTB.

“Dan yang input adalah petugas gizi dari puskesmas, jadi posyandu aktif, puskesmas aktif jadi kita di NTB punya data by name by Adress,” sambungnya.

Jika tepat mengintervensi kata dia, maka akan ada hasilnya, sehingga mengakibatkan angka stunting ini dapat diintervensi dengan tepat.

“Sekarang lihat Lotim, tajam penurunannya, tajam penurunannya karena tepat intervensinya, juga Petugas, puskesmas, posyandunya semuanya aktif,” pungkasnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here