Home Lombok Timur Turis Malaysia Tewas Terjatuh dari Tebing Curam di Jalur Torean Rinjani

Turis Malaysia Tewas Terjatuh dari Tebing Curam di Jalur Torean Rinjani

1080
0
Seorang wisatawan mancanegara asal Malaysia, Rennie Bin Abdul Ghani (57), ditemukan meninggal dunia akibat terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 80 meter di jalur pendakian Banyu Urip, Gunung Rinjani, Ahad (4/5)

Penulis: Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Utara – Ditaswara.com. Kabar duka menyelimuti dunia pariwisata Lombok Utara setelah seorang wisatawan mancanegara asal Malaysia, Rennie Bin Abdul Ghani (57), ditemukan meninggal dunia akibat terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 80 meter di jalur pendakian Banyu Urip, Gunung Rinjani. Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Minggu (4/5) sekitar pukul 10.30 WITA.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut. ”Wisatawan asal Malaysia yang dilaporkan terjatuh di jalur Banyu Urip telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan cermat dan berhasil dibawa ke pintu destinasi wisata pendakian Torean sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses lebih lanjut sebelum dipulangkan ke negara asalnya.

Berdasarkan informasi dari pemandu wisata dan rekan-rekan korban, insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (3/5) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, rombongan wisatawan sedang beristirahat di sumber mata air Banyu Urip. Namun, korban memilih untuk melanjutkan perjalanan seorang diri, terpisah dari rombongannya.

Ketua rombongan yang menyadari korban tidak ikut beristirahat, berinisiatif untuk menyusul. Mereka berjalan di jalur yang dilengkapi dengan relling tali pengaman. Niat baik ketua rombongan untuk membantu korban melewati jalur tersebut ditolak oleh Rennie. Nahas, saat menuruni jalur curam, korban diduga kehilangan keseimbangan setelah melepaskan pegangan dari relling tali pengaman dan terjatuh ke sisi kanan jalur pendakian.

Pihak Balai TNGR menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini. ”Kami, segenap keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga dan kerabat korban,” tutur Yarman dengan nada prihatin.

Baca Juga :  RSUD Lombok Timur Resmi Berstatus BLUD, Pj. Bupati Taofik Ingatkan Peningkatan Kualitas Pelayanan

Yarman juga menekankan pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan bagi seluruh pendaki Gunung Rinjani. ”Semoga kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa setiap langkah di alam membutuhkan kebersamaan, kehati-hatian, dan kepatuhan pada prosedur keselamatan,” imbuhnya.

Gunung Rinjani, dengan pesona alamnya yang luar biasa, tetap menjadi destinasi favorit bagi banyak wisatawan. Namun, insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang mungkin terjadi di jalur pendakian yang memiliki tingkat kesulitan bervariasi. Jalur Banyu Urip sendiri dikenal memiliki karakteristik jalur yang sempit dan berbatasan langsung dengan jurang di beberapa titik. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan serta rambu-rambu yang ada.(ds2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here