Home Headline Tuntut Transparansi Puluhan Demonstran Ricuh Dengan Polisi Saat Aksi di Kantor Desa...

Tuntut Transparansi Puluhan Demonstran Ricuh Dengan Polisi Saat Aksi di Kantor Desa Aikmel

78
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi 

 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Dalam rangka meminta transparansi pihak desa dan menuntut mundur Kepala Desa Aikmel, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Desa Aikmel (AMPALA) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Desa Aikmel, Rabu (24/5).

Sekitar 70 orang demonstran kembali melanjutkan untuk yang kedua kalinya, di mana sebelumnya juga telah dilakukan aksi demonstrasi yang pertama namun hal itu dinilai belum menemui titik terang.

Kordum Aksi demonstrasi, Burhan dalam orasinya menyampaikan bahwa massa demonstrasi di Desa Aikmel tersebut menuntut transparansi terkait penggunaan dana desa oleh Kepala Desa saat ini yang dirasa banyak dipermainkan serta menuntut keadilan yang dinilai hanya menguntungkan pemilihnya.

“Kita datang kesini untuk mengecek bagaimana pengelolaan desa, dan mencari keadilan yang sampai saat ini belum kita rasakan karena lebih mementingkan pemilihnya saja,” ucapnya dalam orasinya.

Sementara itu, Kapolsek Aikmel, AKP I Made Sutama mengatakan bahwa massa aksi meminta Kepala Desa untuk keluar menemui massa dan memberikan penjelasan terhadap semua tuntutan, namun hal itu tidak berani dilakukan lantaran jumlah massa yang terlalu banyak.

“Massa meminta Kepala Desa untuk keluar memberikan penjelasan, namun itu tidak berani di lakukan tetapi diminta perwakilan massa, namun ditolak sehingga memicu keributan,” jelasnya kepada awak media.

Tak kunjung mendapat respon, aksi yang semula berjalan lancar berubah menjadi anarkis dengan melempar batu kearah Kantor Desa Aikmel, mengakibatkan kaca dan beberapa fasilitas rusak.

“Kericuhan dimulai lantaran adanya lemparan yang mengarah ke kantor desa yang membuat kaca pecah,” ucapnya.

Kepolisian mencoba melerai massa aksi malah menjadi incaran, sehingga aksi saling dorong dan kericuhan tak dapat terelakkan dan membuat massa semakin mengganas.

Baca Juga :  LMND dan Gabungan Asosiasi Sopir Dam Truk gelar Aksi Demo di Kantor Bupati Lotim

“Kita dari pihak Kepolisian hanya mencoba melerai dan tenangkan massa, namun kondisi yang semakin memanas terpaksa ada kejadian saling dorong,” lanjutnya.

Beruntung pada kericuhan tersebut tidak memakan korban, namun beberapa fasilitas desa mengalami kerusakan. Massa pun dapat dibubarkan oleh pihak Kepolisian dengan menembakkan gas air mata.

“Massa aksi itu bubar setelah pihak kepolisian menembakkan gas air mata,” demikiannya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here