Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur mencatat lebih dari 20 kasus kekerasan seksual anak terjadi di Lombok Timur pada tahun 2020-2023. Dari semua kasus dengan ratusan korban, namun hanya sedikit yang dapat tertangani oleh aparat.
Terkait kondisi tersebut, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak menggelar mediasi dengan para instansi terkait dan aparat untuk mendorong terciptanya daerah dengan zero toleran terhadap kasus kekerasan seksual anak, kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor DP3AKB Lombok Timur, Rabu (10/5).
Mediasi tersebut turut dihadiri pihak Kementrian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dikes), pihak Rumah Sakit Umum Daerah Soedjono Selong, serta bersama NGO pemerhati perempuan dan anak.
“Kegiatan hari ini diinisiasi oleh teman-teman NGO anti kekerasan terhadap perempuan dan anak mengajak dinas terkait untuk sama-sama melakukan evaluasi terkait maraknya berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lombok Timur,” kata Ketua LPA Lombok Timur Judan Putra Baya.
Diskusi membahas berbagai kendala yang di alami di lapangan ketika melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Belajar dari pengalaman selama ini terkait kendala kita melahirkan beberapa rekomendasi pada temuan hari ini, baik dalam rangka preventif maupun rekomendasi dalam rangka penanganan kasus kekerasan seksual anak termasuk dalam hal kebijakan,” tuturnya.
Aliansi pemerhati perempuan dan anak dibentuk dalam rangka berbagi pengalaman dan membangun satu kekuatan bersama untuk zero toleran terhadap kekerasan seksual dan anak.
“Aliansi ini mendorong dan memberikan suport kepada APH bahwa kita semua dibelakang APH untuk menegakkan keadilan di Lombok Timur,” Ujarnya.
Judan juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2023 ini pihaknya akan rutin melakukan bedah kasus minimal 1 kali dalam 3 bulan.
“Kita akan evaluasi kasus besar terkait laporan perempuan dan anak, yang terlapor, tertangani, adapun jika ada yang mandek masalahnya, persoalannya, dan kendalanya apa itu akan kita diskusikan,”tutupnya.(aty)








