Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi.
Lombok Timur.Ditaswara.com.Rumor tentang tanah hibah untuk pembangunan kampus III UIN Mataram di Desa Pandan Duri, Kecamatan Sakra masih dalam tahap koordinasi dengan OPD terkait dan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang sekaligus yang mengelola bendungan Pandan Duri.
Lalu Mustiarep, Kepala bidang Aset Lombok Timur mengatakan,saat mendampingi Bupati ke lokasi rencana tempat pembangunan Kampus UIN III di sekitaran Bendungan Pandan Duri bersama Kepala BPN Lombok Timur, juru ukur BPN, Kabag Tatapem dan Kabid Aset.
Pertama rencana membangun kampus III UIN Mataram tadi sudah dilakukan cek lokasi, cek kepastian dimana titiknya. Kedua, pengelolaan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB.
“Sekarang posisi kita sedang memastikan posisinya dimana, tentunya nanti kita cek dahulu apakah lahan itu akan dibebaskan oleh Pemda Lombok Timur atau Provinsi,” kata Mustiarep saat ditemui di ruangannya Senin (16/1)
Dalam tinjauannya, tanah yang akan di hibahkan ada sekitar 4 hektar lebih lahan kosong, untuk saat ini Pandan Duri dibebaskan oleh dua anggaran, Provinsi dan Kabupaten. Sebagian Pandan Duri itu dibebaskan wilayah kabupaten, artinya masih menjadi aset daerah sampai sekarang masih tercatat, belum dihapus dan belum dihibahkan ke pusat.
“Tentunya kalau aset daerah menjadi kewenangan daerah, dan itu tentu tidak lepas berkoordinasi dari pengelola saat ini.” Terangnya
Terkait data kepemilikan Pemda tanah tersebut masih dipegang oleh Pemda Lombok timur. Bukti bukti pembebasan, pengadaan mulai tahun 2004-2012 masih di arsip Pemda.
Harapan kepada masyarakat yang mengelola, secara legal itu aset tentunya masih milik Pemda Daerah.
Seperti harapan Bupati Lombok Timur untuk rencana masa yang akan datang memikirkan, apalagi ini dilihat lahan nganggur dan tidak digunakan, mungkin Bupati melihat kedepannya lebih maju lagi, juga dalam rangka pemanfaatan lebih maksimal outfit aset daerah, Bupati ingin menjadikan yang terbaik saja.” Tutupnya (aty)








