Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur Pj. Bupati Lotim HM Juaini Taofik didampingi Inspektur Daerah Hj. Baiq Miftahul Wasli mengikuti secara virtual peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI, yang mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”. Berlangsung di Ruang Rapat Bupati, pada Senin, (9/12).
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi dan mendorong terciptanya budaya antikorupsi di Indonesia. Hal itu tentunya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.
Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir, diwakili Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan Budi Gunawan. Sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut Budi Gunawan menyampaikan apresiasinya atas kerja keras yang dilakukan KPK untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
”Komitmen Pemerintah memberantas korupsi dapat dilihat dari misi ke-7 Asta Cita yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba,” ucapnya.
Adapun menjadi salah satu strategi utama pemberantasan korupsi dilakukan melalui perbaikan dan pengembangan layanan dengan transformasi digital, termasuk reformasi sistemik pada aspek birokrasi pemerintah.
”Kepada semua pihak untuk terus menggelorakan perbaikan sistem dalam upaya pencegahan korupsi dan perlunya dukungan dan penguatan KPK melalui sinergisitas kementerian/ lembaga hingga daerah,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua KPK, Nawawi Pomolango, menguraikan berbagai upaya dan capaian KPK dalam upaya mencegah hingga memberantas korupsi. Disadari tantangan pemberantasan korupsi sangat besar, akan tetapi komitmen Pemerintah dan berbagai pihak memberikan kepercayaan kepada KPK dapat bekerja independen dan transparan, sehingga pemerintah yang bersih dapat diwujudkan.
”Hakordia diharapkan sebagai momentum untuk dapat melakukan refleksi sejauh mana kontribusi masing-masing individu maupun lembaga dalam upaya pemberantasan korupsi,” harapnya.
Pada kesempatan itu juga Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, MenPAN-RB Rini Widyantini, Wamendagri Bima Arya, dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari diperkenalkan sebagai Tim Nasional Pencegahan Korupsi.(ds2)








