Home Taliwang Nelayan Australia Berbagi Pengalaman dengan Nelayan Poto Tano KSB

Nelayan Australia Berbagi Pengalaman dengan Nelayan Poto Tano KSB

13
0
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda KSB, Khusnarti, S.Pd, M.M.Inov  saat menyambut delegasi Australia yang melakukan kunjungan persahabatan ke kampung nelayan Desa Poto Tano pada 6-10 Oktober 2026.

By. Redaksi

TALIWANG —Ditaswara.com. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memantapkan strategi pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi perairan Gili Balu di Kecamatan Poto Tano melalui pendekatan berbasis komunitas, integrasi sains, serta studi komparatif kearifan lokal.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda KSB, Khusnarti, S.Pd, M.M.Inov  saat menyambut delegasi Australia yang melakukan kunjungan persahabatan ke kampung nelayan Desa Poto Tano pada 6-10 Oktober 2026.
“Kawasan Gili Balu kaya akan keanekaragaman hayati terumbu karang. Pengelolaannya harus mandiri, berkelanjutan, serta memberikan dampak pada masyarakat,” katanya.

Delegasi terdiri dari nelayan pulau-pulau kecil Selat Torres Australia, peneliti, pejabat pemerintah, dan perwakilan komunitas.

3 Poin Pembelajaran dari Selat Torres:

1. Hak Ulayat Laut (Native Title)
Co-Founder Yayasan JARI, Hani Nusantari, menyebut Selat Torres mengelola perairan seluas 40.000 km² dengan pengakuan hak ulayat laut. Kearifan adat + sains modern + hukum negara berjalan harmonis.

2. Aturan Bagi Hasil yang Adil
Tokoh nelayan Selat Torres, Falen Pasi, berbagi skema:
– 100% komoditas teripang & ikan bersirip untuk nelayan adat
– 70:30 untuk udang karang
– Patuh pada protokol tetua adat & aturan penutupan musiman (seasonal closure)

3. Peta Siklus Tahunan
Nelayan Torres punya peta siklus tahunan: laut, pesisir, darat, hingga angkasa. Ternyata ada kesamaan dengan cara baca alam nelayan Poto Tano.

Dampak di Poto Tano:
Ketua Kelompok Pelita (Persaudaraan Nelayan Gurita) Poto Tano, Mahari, menyebut:
– Sistem buka-tutup gurita tiap 3 bulan sekali
– Hapus alat tangkap merusak (kompresor)
– Zona inti konservasi untuk pemijahan ikan
– Pokja Talangan & Tabungan sebagai jaring pengaman finansial saat masa tutup kawasan

Dengan dukungan legalitas Pemkab KSB, Gili Balu diharapkan jadi percontohan nasional tata kelola pulau kecil berbasis komunitas.

“Dari teman-teman Selat Torres, banyak pengalaman kami dapatkan. Kesamaan kami, sama-sama masyarakat adat yang punya kearifan lokal,” tutup Mahari.
(ds1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here