Home Bulog Menjelang Ramadhan Sampai Idul Fitri 1444 H Persediaan Beras Bulog Lotim Masih...

Menjelang Ramadhan Sampai Idul Fitri 1444 H Persediaan Beras Bulog Lotim Masih Aman

161
0

Penulis : Buaty Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur.Ditaswara.com.Kepala pimpinan cabang (Pimcab) Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur Zuhri Hanapi, mengatakan stok beras menjelang bulan Ramadhan sampai Idul Fitri 1444 H mendatang masih sangat aman dan sudah siap edar,

“Stok beras Bulog Lotim menjelang bulan Ramadhan sampai Lebaran nanti masih sangat aman dan sudah siap edar,” kata Zuhri ketika ditemui diruangannya, Senin (27/2).

Dikatakan Zuhri, Bulog sudah mulai melakukan penyerapan sesuai intruksi dari Bappenas, dengan harga yang sudah masuk untuk beras di gudang Bulog yaitu 9 ribu rupiah perkilogram, kemudian untuk gabah up di gudang seharga 5 ribu 750 rupiah perkilogram.

Mulai hari ini (Senin) sudah dibuka untuk pengadaannya, dan mulai penyerapannya ke petani. Jadi praktisnya beras yang tersedia ditambah dengan penerimaan jumlah stok semakin bertambah, jadi stok beras secara pemerintah sangat aman sampai dengan akhir tahun 2023.

“Mulai hari ini sudah dibuka oleh pemerintah untuk Pengadaan, dan penyerapannya ke petani kita,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakannya, kecenderungan harga sudah mulai turun, terutama beras yang sudah memasuki masa panen dan sudah mulai penyerapan Bulog jadi harga sudah turun.

“Petani sudah membuka harga di Bulog dengan harga yang sudah ditentukan oleh app pemerintah yang artinya kalau sudah masuk ke Bulog harga sudah turun, atau normal,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, Zuhri berharap dengan panen musim ini stok Bulog meningkat karna untuk lotim ditargetkan 50 ribu ton.

“Kita berharap panen musim ini stok Bulog meningkat, karna untuk Lotim targetnya 50 ribu ton,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk daerah-daerah divisit, seperti provinsi NTT, Bali, Sumut, Kalbar, dan Kalteng juga di suplai dari Lotim.

Baca Juga :  Travel umroh PT Abadi Jannah Tazkia Berangkatkan Lagi 25 orang jemaah Umroh.

“Kita ada Surplus, jadi NTB termasuk seperti Sumbawa, Bima, Lotim, Mataram juga suplai ke luar daerah,” ujarnya

Dikatakannya juga, Bulog masih melakukan operasi pasar dengan harga murah sesuai dengan harga pemerintah.

“Dalam operasi pasar murah, beras Bulog dibandrol dengan harga 8.800 perkilogram, makanya dengan harga tersebut harga beras sudah mulai cenderung turun,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, kenapa Bulog sekarang bisa menyerap artinya harga sudah mulai cenderung turun, karna dibarengi dengan panen yang terjadi di bulan Maret sebagai puncak panen raya.

Zuhri mengungkapkan, sebelum Maret Bulog sudah mulai melakukan penyerapan Stok, dan harga beras tidak akan naik sampai akhir tahun nanti,

“Sebelum Maret, Bulog sudah melakukan penyerapan stok, harga beras kemungkinan tidak akan naik karna dari kita menerima beras Sampai kita menyebarkan beras ke konsumen itu ada prosedur,” jelasnya.

Lanjut dikatakannya, Bulog memiliki program Pasokan Stabilisasi Pasokan Pangan (BSAP), jika dulu namanya pasar beras pasar sekarang operasi pasar murah, Itu diizinkan diedar ke pasar,

“Kita memiliki program BSAP, jika dulu namanya pasar beras pasar sekarang operasi pasar murah, itu yang diizinkan ke pasar-pasar,” pungkasnya.(aty).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here