Home Berita Lombok Timur Fokus Benahi Data Stunting Tahun 2026, Wabup Edwin: Kita Butuh...

Lombok Timur Fokus Benahi Data Stunting Tahun 2026, Wabup Edwin: Kita Butuh Aksi Riil

203
0
Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting yang digelar bersama DP3AKB, jajaran OPD, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait di Pendopo Bupati, Selasa (30/12).

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur mulai memasang kuda-kuda dalam upaya menekan angka stunting di tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah membenahi akurasi data agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting yang digelar bersama DP3AKB, jajaran OPD, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait di Pendopo Bupati, Selasa (30/12).

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menekankan bahwa di tahun 2026, seluruh pihak harus bergerak menggunakan dua basis data utama, yakni Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).

”Kita ingin memanfaatkan kedua data itu untuk mendapatkan hasil yang akurat. Tahun 2026 ini, kita benahi dulu datanya dengan skema by name by address,” ujar Wabup Edwin saat membuka kegiatan tersebut.

Wabup mengungkapkan keprihatinannya terhadap capaian angka stunting berdasarkan data SSGI per Agustus 2025 yang menyentuh angka 33% dari total 90% jumlah balita di Lombok Timur. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menunjukkan tren anomali karena mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

”Angka 33 persen itu cukup tinggi dan itu yang coba kita cover bersama. Ada anomali jika dibandingkan transisi 2024 ke 2025 yang mengalami naik, bahkan di tingkat provinsi juga naik,” imbuhnya.

Menurut Edwin, data SSGI sejatinya berfungsi sebagai kompas pengambilan kebijakan (policy). Namun, yang lebih krusial saat ini adalah aksi nyata di lapangan dari seluruh lini.

”Kita akan menata stakeholder menuju sasaran yang akurat. Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga memiliki peran sangat penting sebagai jaring pengaman dalam penurunan stunting secara langsung,” tutupnya.(ds2)

Baca Juga :  KAB.BIMA JUARA UMUM MTQ KE XXIX PROV.NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here