
Penulis: M.Arkan Fawwaz Iswar
Lombok Timur, NTB —Ditaswara.com. Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Terara menggelar kegiatan reboisasi di Pondok Pesantren As-Sholihiyyah, Terara. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai kolaborasi antara Fatayat NU Kabupaten Lombok Timur dengan para santri dalam menanam ratusan bibit pohon di lingkungan pesantren.
Sekretaris PC Fatayat NU Lombok Timur, Nabila Salsabila Iswar, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda pesantren. “Anak muda zaman sekarang harus tetap peka terhadap pelestarian lingkungan. Menanam pohon bukan hanya menjaga alam, tapi juga menanam nilai cinta dan tanggung jawab terhadap ciptaan Allah,” ujar Nabila saat diwawancarai seusai kegiatan.
Selain menanam pohon, kegiatan ini juga memuat pesan kuat tentang pentingnya moderasi beragama dan semangat kebangsaan. Fatayat NU Lombok Timur ingin menegaskan bahwa Hari Santri adalah momentum untuk merawat tradisi dan memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan nasional. Menurut Nabila, santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu membawa semangat hijau dan damai ke tengah masyarakat.
Kegiatan reboisasi ini diikuti oleh ratusan santri putra dan putri yang masing-masing membawa satu bibit pohon untuk ditanam di area pesantren. Para santri terlihat antusias dan bangga menjadi bagian dari gerakan penghijauan ini. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk pimpinan pondok pesantren serta PAC Fatayat NU dari beberapa kecamatan seperti Aikmel, Masbagik, dan Pringgasela.
Fatayat NU berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan lingkungan berkelanjutan di Lombok Timur. “Kita ingin menciptakan peradaban baru yang berakar dari nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, di mana mencintai bumi juga bagian dari ibadah,” Fatayat NU Lombok Timur berencana melanjutkan semangat ini melalui program-program seperti pelatihan kepemimpinan, dakwah digital, dan pendidikan karakter di berbagai madrasah dan pesantren.
Dengan semangat kolaborasi antara santri, masyarakat, dan organisasi keagamaan, kegiatan ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bahwa Lombok Timur dapat tumbuh menjadi daerah yang lebih hijau, sejuk, dan berperadaban tinggi, sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional yang mengusung nilai cinta tanah air dan kelestarian alam.(ds3)






