Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Lombok Timur mendapatkan Dana Desa (DD) paling besar tingkat Provinsi NTB, sehingga perlu dilakukan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa, pada Rabu (4/9) berlangsung di Ballroom Kantor Bupati.
Penjabat (Pj.) Sekertaris Daerah H. Hasni, membuka kegiatan tersebut mengatakan pentingnya workshop evaluasi ini karena Lombok Timur dengan 21 kecamatan, 239 desa dan 15 kelurahan mendapatkan dana desa paling besar se-Provinsi NTB. Terlebih tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar lebih dari Rp.281 miliar, dibanding tahun sebelumnya hanya sebesar Rp.277 miliar lebih.
”Pentingnya workshop evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa ini, karena kita Lombok Timur penerima dana paling besar se-Provinsi NTB,” ucap Hasni dalam sambutannya.
Dihadapan para peserta yakni seluruh kepala desa dan lurah yang mengikuti kegiatan tersebut diminta untuk bersungguh-sungguh. Ia juga berharap tahun 2025 mendatang ada penambahan dana desa untuk mengoptimalkan pembagunan di desa.
”Hal ini juga senada dengan harapan kepala desa dan lurah yang dalam beberapa tahun terakhir mengalokasikan sebagian dana desa untuk bantalan sosial atau bantuan terkait gempa dan penanggulangan covid-19,” tambahnya.
Sedangkan terkait keberadaan sistem keuangan desa (Siskeudes), Pj. Bupati Juaini Taofik, mengapresiasi sistem yang dinilainya membantu Pemerintahan Desa mengelola keuangan, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pertanggung jawaban.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Widarjanto dalam materi Pengembangan Ekonomi Desa melalui Peningkatan Peran BUMDesa menjelaskan paradigma baru pembangunan ekonomi desa dan masyarakat desa.
”Sesuai Undang-undang Nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Perpu nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi UU pasal 117, adalah pembentukan BUMDesa,” papar Widarjanto.
”BUMDesa yang dibentuk oleh pemerintah desa dimaksudkan mendayagunakan seluruh potensi ekonomi, kelembagaan, perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.
Ia juga turut mengapresiasi BUMDesa Kembang Kuning yang dinilai patut dicontoh oleh BUMDesa lainnya. ”kita berharap seluruh BUMDesa yang ada dapat mendaftarkan diri untuk status kelembagaannya,” pungkasnya.(ds2)








