Home Entertainment Kisah Moh Irawadi, Anak Muda Lombok yang Sulap Kita Kita Project Jadi...

Kisah Moh Irawadi, Anak Muda Lombok yang Sulap Kita Kita Project Jadi WO Paling Dicari

20
0
Moh. Irawadi Owner KitaKita project

Penulis: Tim Ditaswara com.

LOMBOK TIMUR -Jika Kita Kita Project Lombok hari ini dikenal sebagai Wedding Organizer dengan salam kompak “Amannnn” dan kekompakan kru “ALL CREW STAND BY”, ada satu nama yang tak bisa dilepaskan di baliknya: Moh Irawadi.

Ia bukan orang baru di dunia panggung. Jauh sebelum mengurusi kebaya, paes ageng, dan tenun ikat maroon Sasak, Irawadi muda sudah malang melintang di dunia entertainment Lombok. Dari sanalah naluri panggung, manajemen kerumunan, dan detail acara itu terbentuk.

1. Ditempa Entertainment Sejak Belia .

Banyak yang mengira Wedding Organizer hanya soal dekorasi cantik. Moh Irawadi membuktikan itu salah besar. Bagi Irawadi, pernikahan adalah sebuah SHOW, sebuah pertunjukan sakral yang harus punya alur, emosi, dan klimaks.

Pengalaman masa mudanya berkecimpung di dunia entertainment – dari menghandle event, panggung hiburan, hingga manajemen artis lokal – membuatnya paham satu hal: Acara sukses bukan yang meriah saja, tapi yang membuat semua orang merasa aman dan bahagia.

Itulah filosofi “Friendly Crew, Happy Guests!” yang kini jadi DNA Kita Kita Project.

2. Tangan Dingin Sang Konseptor .

Lihat Instagram @kitakitaprojectlombok. Satu hari ia bisa mengeksekusi Adat Jawa dengan paes ageng hitam-emas yang pakem. Hari lain ia mengemas Akad Intimate di Masjid dengan karpet merah dan kubah hijau yang khusyuk. Esoknya lagi, ia sulap taman terbuka dengan dekorasi boho pampas dan rattan untuk prosesi lamaran.

Itu bukan kebetulan . Itu tangan dingin Irawadi.

Ia tidak menjual template. Ia menjual cerita. Setiap pasangan punya cerita – Gani & Anita, Teja & Erin, Hendra & Vina – dan Irawadi memastikan cerita itu terpancar di pelaminan.

Baca Juga :  Memberi Ruang Tumbuh Bersama Penyandang Disabilitas untuk Penanggulangan Bencana yang Inklusif

“Yang kamu lihat cuma hasilnya… biar KITA yang urus!” – kalimat itu yang selalu ia tanamkan ke kru.

3. Pemimpin yang Turun ke Lapangan .

Ciri khas Kita Kita Project bukan hanya seragam hitam dengan topi “Kita Kita Project” bordir emas . Tapi pemimpinnya yang tidak jaim .

Dalam video ” ALL CREW STAND BY” yang viral itu , sosok koordinator dengan peci hitam dan headset yang memberi aba-aba tegas itu adalah cerminan didikan Irawadi: Pemimpin harus di depan, tapi kru harus kompak.

Irawadi membangun kultur tim yang langka di Lombok : Tidak ada senioritas yang kaku. Semua kru, dari yang bawa HT, yang rias, yang sambut tamu, semua tumpuk tangan dan teriak “Amannnn” bareng. Kekompakan itu yang dirasakan tamu sebagai keramahan.

Tak heran vendor-vendor lain pun betah . “Selalu menyenangkan bekerja dg tim ini,” tulis salah satu MUA ternama Lombok di kolom komentar Kita Kita Project.

4. Dari Hobi Jadi Imperium WO Lokal .

Dari yang awalnya hanya bermodalkan keberanian anak muda dan jaringan entertainment , kini Kita Kita Project Lombok telah menjadi rujukan . Basecamp boleh di Lombok, tapi mimpinya besar : Menjadikan standar WO Lombok setara nasional.

Bagi Irawadi, sukses bukan soal berapa ratus pasang pengantin yang ia tangani . Tapi soal satu kalimat lega dari pengantin setelah acara selesai: “Aman.”

Dan kata “Aman” itu, di Lombok kini identik dengan satu nama: Moh Irawadi dan Kita Kita Project.

PENUTUP :

Di usia yang masih sangat muda untuk ukuran seorang owner WO besar , Moh Irawadi membuktikan: Dunia entertainment bukan hanya soal sorak sorai panggung . Jika ditekuni dengan hati, ia bisa menjadi jalan untuk mengantarkan ribuan pasang menuju pelaminan sakral dengan penuh kebahagiaan.

Baca Juga :  Ada Sahabat yang Menderita Lumpuh di Lombok Timur, Rachmat Hidayat Datang Bawakan Bantuan Kursi Roda Elektrik

Kita Kita Project Lombok – Biar KITA yang urus!
Owner: Moh Irawadi | IG: @kitakitaprojectlombok | Email: projectkitakita2023@gmail.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here