Home Desa Opini : Rempung Butuh Kepala Desa Bukan Kepala Kantor  – 9...

Opini : Rempung Butuh Kepala Desa Bukan Kepala Kantor  – 9 Gagasan untuk Rempung Masa Depan

41
0
Ketua IKBAL Suhaili Mahsun

Opini :

Rempung Butuh Kepala Desa Bukan Kepala Kantor  – 9 Gagasan untuk Rempung Masa Depan

Oleh: Suhaili Mahsun – Pengusaha Asal Rempung / Ketua IKBAL Manggarai Barat

Saya lahir di Rempung. Darah saya Rempung. Meski kini saya mengadu nasib dan berusaha di Labuan Bajo, hati saya tidak pernah pindah dari kampung halaman.

Saya menulis ini bukan karena benci. Justru karena saya cinta. Saya rindu melihat Desa Rempung menjadi desa yang disegani, bukan hanya di Lombok Timur, tapi di NTB.

Selama ini kita terlalu sering memilih Kepala Kantor, bukan Kepala Desa. Kepala desa yang kerjanya hanya duduk di balik meja, tanda tangan surat, lalu pulang. Padahal, yang dibutuhkan Rempung hari ini adalah Pemimpin Rakyat, yang kakinya lebih banyak di tanah kampung daripada di kursi kantor.

Jika boleh bermimpi, inilah 9 kriteria Kepala Desa Rempung ideal di masa datang. Ini bukan janji politik, ini harapan warga rantau seperti saya.

1. Matikan Pelayanan Setengah Jam Sebelum Zuhur, Ajak Staf Sholat Berjamaah ke Masjid.

Ini poin paling penting. Ini soal keberkahan.

Saya ingin calon Kepala Desa berani membuat aturan: 30 menit sebelum adzan Zuhur, semua pelayanan administrasi di kantor desa STOP. Kunci komputer, tutup loket. Seluruh staf laki-laki wajib berjalan kaki ke masjid untuk mendirikan sholat Zuhur berjamaah.

Apa ruginya? Tidak ada. Justru desa akan diberkahi. Bagaimana mungkin kita ingin desa maju, kalau pimpinannya dan stafnya lalai dari panggilan Allah? Pemimpin yang tidak mampu mengatur stafnya untuk sholat, bagaimana mampu mengatur ribuan warganya?

Desa yang pemimpinnya taat, warganya akan ikut taat. Dari masjid, kejujuran itu lahir.

2. Kepala Desa Jangan Betah di Kantor. Turun ke Kampung!

Ini penyakit lama. Kepala Desa lebih banyak di kantor ber-AC daripada di kebun warga.

Calon Kades ke depan harus membuat jadwal: 70% waktunya harus di kampung-kampung, di dusun-dusun. Jalan kaki. Sapa warga. Masuk ke gang sempit. Lihat langsung, mana jalan yang rusak, mana saluran irigasi yang mampet, mana posyandu yang tidak berfungsi, mana musholla yang bocor.

Jangan hanya menerima laporan dari Kawil. Kawil bisa saja ABS (Asal Bapak Senang). Lihat dengan mata kepala sendiri. Dengar keluhan warga dengan telinga sendiri. Pemimpin itu harus bau keringat rakyatnya, bukan bau parfum kantornya.

3. Halaman Kantor Desa Jangan Kosong. Jadikan Pasar Sore UMKM.

Saya lihat kantor Desa Rempung kita halamannya luas. Sayang kalau hanya untuk parkir motor.

Calon Kades harus punya ide gila: Setiap sore, halaman depan kantor desa buka untuk UMKM. Buat sistem tenda buka pasang. Beri lapak gratis untuk ibu-ibu jualan gorengan, jualan es, anak muda jualan kopi, kerajinan.

Baca Juga :  Inflasi “Volatile Food” Oleh: Ir.Lalu Muh.Kabul, M.AP Ketua Koalisi KependudukanKab.Lombok Timur

Kantor desa harus hidup dari pagi sampai malam. Pagi untuk pelayanan, sore untuk ekonomi. Lampu terang, rakyat berkumpul. Dari situ perputaran uang terjadi di desa, bukan di Alfamart. Kepala Desa harus menjadi Bapak UMKM, bukan penonton.

4. Jadikan Pengembul Sebagai Destinasi Wisata yang Welcome.

Rempung punya Pengembul. Ini adalah anugerah yang tidak dimiliki desa lain. Tapi sampai hari ini, Pengembul masih seperti gadis cantik yang tidak didandani. Dibiarkan.

Kita butuh Kepala Desa yang otaknya pariwisata. Buat Pengembul menjadi objek wisata yang welcome untuk semua kalangan. Bersih, aman, ada toilet yang layak, ada warung yang tertata, ada spot foto, ada tempat parkir yang jelas. Libatkan pemuda untuk menjadi pemandu.

Jangan biarkan Pengembul hanya jadi tempat buang sampah dan tempat orang pacaran. Jadikan itu sumber PADes (Pendapatan Asli Desa). Kalau dikelola benar, anak-anak Rempung tidak perlu lagi merantau jauh-jauh, cukup bekerja di desanya sendiri.

5. Rempung Harus Jadi Desa Industri Rumahan (Home Industry).

Stop jualan bahan mentah. Kita harus jual barang jadi.

Rempung punya potensi pertanian yang luar biasa. Tapi kenapa kita hanya jual gabah? Kenapa tidak jual beras kemasan Rempung? Kita punya pisang, kenapa tidak jadi keripik pisang Rempung? Kita punya singkong, kenapa tidak jadi olahan?

Kepala Desa ke depan harus mampu mendatangkan pelatih, mendatangkan alat, dan mencarikan pasar. Bentuk kelompok-kelompok home industry di setiap dusun. Ibu-ibu di rumah bisa produktif. Satu rumah, satu produk. Ini yang akan menyelamatkan ekonomi keluarga. Dan yang paling penting lagi Rempung harus punya pasar dan menjadi pusat transaksi semua jenis kebutuhan hidup. Untuk lokasi dapat memakai tanah pecatu yang letaknya strategis. Di pastikan Rempung akan bergerak terus secara ekonomi.

6. Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja, Jangan Dimarahi, Tapi Diberi Lapangan.

Saya prihatin dengan kenakalan anak muda kita. Nongkrong tidak jelas, balap liar, narkoba mulai masuk. Solusinya bukan ceramah.

Anak muda itu butuh energi tersalurkan. Calon Kades harus sering nongkrong dengan anak muda. Bukan untuk menggurui, tapi untuk mendengar.

Dan yang paling penting: BUATKAN SARANA. Buatkan lapangan sepak bola yang layak. Buatkan lapangan voli, lapangan futsal yang ada lampunya. Buatkan sekretariat karang taruna yang nyaman. Kalau lapangan itu ada, dengan sendirinya anak muda akan sibuk berolahraga dan berprestasi, bukan berbuat onar.

7. Tertibkan Manusia Silver dan Badut Jalanan. Jangan Biarkan Meresahkan.

Ini poin yang juga meresahkan pengguna jalan. Keberadaan manusia silver, badut, dan pengamen paksa di perempatan jalan sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman.

Baca Juga :  Opini : Rempung Butuh Kepala Desa Bukan Kepala Kantor  - 9 Gagasan untuk Rempung Masa Depan

Calon Kades harus berani. Eksekusi dengan tegas bersama BKD,, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Panggil, bina, beri pekerjaan, kembalikan ke keluarganya. Jika mereka dari luar desa, koordinasi dengan desa asalnya. Jangan biarkan pembiaran. Desa harus hadir memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di Rempung.

8. Jadikan Rempung Sebagai Pusat Perbengkelan dan Pusat Kreasi Anak Muda . 

Selama ini kita selalu meremehkan anak muda Rempung yang kerja bengkel. Padahal, di tangan mereka ada masa depan industri Desa Rempung.

Coba kita jujur. Bengkel motor dan mobil paling ramai di Lombok Timur itu banyak diisi oleh anak-anak Rempung. Mereka bukan tukang tambal ban biasa. Mereka adalah inovator.

Saya tahu persis, banyak anak muda Rempung yang mampu menciptakan karya sendiri. Ada yang bisa membuat alat pemecah kulit kopi rakitan sendiri yang harganya jauh lebih murah dari pabrikan. Ada yang mampu merakit angkutan motor roda tiga untuk angkut hasil pertanian. Ada yang jago modifikasi dan desain sepeda motor trail menjadi motor pengangkut. Ini bukan kaleng-kaleng, ini otak insinyur yang lahir dari keterbatasan.

Tapi apa yang dilakukan desa selama ini? Tidak ada. Mereka dibiarkan berjuang sendiri-sendiri di bengkel kecil yang pengap.

Maka, Calon Kepala Desa Rempung ke depan harus punya visi besar: Jadikan Rempung Sebagai Desa Pusat Perbengkelan.

Bagaimana caranya?

Pertama, Petakan semua bengkel motor dan mobil yang ada di Rempung. Buat paguyuban bengkel Rempung. Beri mereka legalitas, beri mereka pelatihan resmi dari Astra, Yamaha, Honda.

Kedua, Sediakan satu kawasan khusus, misalnya di dekat pasar atau di lahan bengkok desa, sebagai *Sentra Bengkel Rempung. Satu tempat terkumpul semua. Orang kalau mau servis motor, mau servis mobil, mau las, mau bubut, ingatnya langsung: Pergi ke Rempung. Seperti Tegal yang terkenal dengan bengkel lasnya.

Ketiga, yang paling penting: Buatkan Bengkel Kreasi Desa.Sediakan satu gudang besar milik desa. Isinya peralatan las lengkap, gerinda, alat bubut, kompresor. Gratiskan untuk anak muda yang ingin berkreasi. Biarkan mereka menciptakan alat-alat pertanian tepat guna. Alat perontok padi, alat pemecah kopi, alat pengupas jagung. Jika alat itu jadi, patenkan atas nama Desa Rempung dan jual ke seluruh Lombok.

Bayangkan, Jika Rempung terkenal sebagai desa yang bisa memproduksi motor roda tiga sendiri, betapa bangganya kita? Anak muda tidak perlu lagi merantau menjadi buruh bangunan di Malaysia. Cukup jadi teknisi dan inovator di kampungnya sendiri. Desa yang menghasilkan karya, bukan hanya menghasilkan TKI.

Baca Juga :  Pemdes Rempung Melepas Tiga Warga yang Akan Menunaikan Ibadah Haji. 

9. Aktifkan Panggung Budaya dan Hiburan di Kantor Desa. Hidupkan UMKM dari Panggung.

Ini adalah ide yang akan menghubungkan semua ide di atas.

Saya minta Calon Kepala Desa nanti, di halaman kantor desa, jangan hanya untuk UMKM saja, tapi manfaatkan  Panggung Budaya Permanen yang sudah ada.

Setiap Sabtu malam atau Minggu malam, beri panggung itu kepada anak muda Rempung.

Malam ini giliran anak Karang Taruna Dusun A menampilkan drama, musik, atau tari Rudat. Minggu depan giliran remaja masjid menampilkan hadroh dan qasidah. Bulan depan adakan festival Presean antar dusun. Adakan lomba fashion show baju adat Sasak untuk anak-anak.

Apa dampaknya?

Dampaknya luar biasa untuk UMKM!

Ketika ada event di panggung budaya, otomatis ratusan warga akan datang ke halaman kantor desa. Ketika warga datang, ibu-ibu yang jualan di tenda buka pasang itu akan laris manis. Yang jualan bakso laris, yang jualan es laris, yang jualan keripik pisang laris.

Panggung budaya itu adalah magnet. UMKM adalah isinya. Ini adalah ekonomi kerakyatan yang berputar.

Selama ini kantor desa kita gelap gulita di malam hari. Sepi, seram, hanya jadi tempat anjing tidur. Padahal, kantor desa harus menjadi pusat keramaian, pusat kebahagiaan warga.

Biarkan anak muda Rempung berekspresi di panggung desanya sendiri. Jangan sampai mereka berekspresi di jalanan dengan balap liar dan mabuk-mabukan. Beri mereka panggung yang terhormat.

Jika panggung budaya itu hidup setiap minggu, saya yakin, Desa Rempung akan menjadi desa paling bahagia di Lombok Timur. Desa yang religius karena Zuhur berjamaah, desa yang maju karena industri bengkel, dan desa yang bahagia karena budayanya hidup.

PENUTUP:

Dari Rempung Untuk Indonesia

Itulah 9 gagasan saya.

1.  Stop pelayanan untuk Sholat Zuhur Berjamaah
2.  Turun ke kampung, jangan di kantor saja
3.  Halaman kantor untuk UMKM sore
4.  Jadikan Pengembul destinasi wisata
5.  Desa Industri Rumahan (Home Industry)
6.  Sarana olahragak untuk pemuda
7.  Tertibkan manusia silver bersama TNI-Polri
8.  Rempung Pusat Perbengkelan dan Kreasi Inovasi
9.  Panggung Budaya untuk Hidupkan UMKM

Saya tulis ini di Labuan Bajo, jauh dari Rempung. Tapi setiap kata dalam tulisan ini adalah doa.

Saya tidak mencalonkan diri. Saya hanya seorang pengusaha kecil asal Rempung yang rindu melihat kampungnya maju. Saya titipkan 9 gagasan ini kepada siapapun yang kelak menjadi Kepala Desa Rempung.

Jadilah Kepala Desa yang dicintai karena karyanya, bukan ditakuti karena jabatannya.

Hormat saya,
Suhaili Mahsun

_Anak Rempung yang berdagang di ujung barat Flores, tapi hatinya tetap di Rempung._

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here