Home Lombok Timur Estafet Kepemimpinan Lapas Selong: Sudirman Resmi Jabat Kalapas, Fokus Perkuat Pembinaan Spiritual...

Estafet Kepemimpinan Lapas Selong: Sudirman Resmi Jabat Kalapas, Fokus Perkuat Pembinaan Spiritual dan Kemandirian

197
0
Pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong resmi berganti. Dalam prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat pada Kamis (25/12), Sudirman resmi melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Ahmad Sihabudin.

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong resmi berganti. Dalam prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat pada Kamis (25/12), Sudirman resmi melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Ahmad Sihabudin.

Acara pisah sambut yang digelar di Aula Lapas Selong ini dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenkumham NTB, Parlindungan (atau pejabat terkait), Wakil Ketua DPRD Lombok Timur Waes Alqorni, serta unsur Forkopimda setempat.

Ahmad Sihabudin yang kini berpindah tugas sebagai Kepala Administrasi di wilayah Kepulauan Riau, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh mitra kerja, termasuk rekan-rekan media di Lombok Timur.

Selama masa kepemimpinannya, Ahmad dikenal vokal dalam transparansi anggaran dan sukses menginisiasi program pembinaan berbasis religi.

”Salah satu kebanggaan kami adalah program Zero Buta Huruf Al-Qur’an bekerja sama dengan Muhammadiyah. Kami ingin setiap warga binaan yang bebas, minimal sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkap Ahmad kepada awak media.

Meski demikian, ia tak menampik adanya tantangan klasik yakni over kapasitas. Saat ini, Lapas Selong dihuni lebih dari 300 warga binaan, padahal kapasitas idealnya hanya untuk 139 orang. Ia pun menitipkan program ketahanan pangan di Menanga Baris untuk terus dikembangkan oleh suksesornya.

Menanggapi tantangan tersebut, Kalapas Selong yang baru, Sudirman, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melanjutkan program lama, tetapi juga melakukan akselerasi. Ia menilai, di tengah kondisi lapas yang padat, pendekatan spiritual adalah kunci utama menjaga kondusivitas.

”Kami akan memperkuat program spiritual. Targetnya, satu kamar bisa khatam Al-Qur’an dalam satu bulan melalui gerakan satu hari satu juz. Ini cara efektif menjaga ketenangan batin para warga binaan,” jelas Sudirman.

Baca Juga :  Kadikes : SKTM Ranah Pemdes ,PKM Hanya Melayani Masyarakat Di Bidang Kesehatan .

Tak hanya soal batin, Sudirman juga berencana mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Fokusnya adalah memberikan sertifikasi nyata bagi warga binaan di bidang pertanian dan keterampilan teknik seperti sablon.

”Warga binaan adalah bagian dari masyarakat kita. Mereka butuh bekal nyata agar saat keluar nanti, mereka punya keahlian yang diakui secara profesional,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Sudirman berharap dukungan penuh dari semua stakeholder dan media untuk mewujudkan Lapas Selong yang lebih humanis dan produktif.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here