Home Lombok Timur Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Arus Deras di Lombok Timur, Jasad Ditemukan...

Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Arus Deras di Lombok Timur, Jasad Ditemukan Tertutup Pelepah Pinang

138
0
Siti Maulida, asal Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim). Korban ditemukan tak bernyawa setelah hanyut dan tenggelam di aliran sungai Dusun Tuntel, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, pada Sabtu (29/11).

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Tragedi nahas menimpa seorang bocah perempuan berusia 6 tahun, Siti Maulida, asal Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim). Korban ditemukan tak bernyawa setelah hanyut dan tenggelam di aliran sungai Dusun Tuntel, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, pada Sabtu (29/11).

Peristiwa nahas yang menimpa korban ini diduga terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar dan deras akibat hujan lebat saat sedang asyik bermain di pinggiran kali.

Peristiwa nahas ini mulai terungkap sekitar pukul 13.10 WITA, setelah aparat gabungan, termasuk Piket SPKT III bersama BKTM Desa Masbagik Timur, Aipda Kasim, tiba di lokasi untuk melakukan Cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyusul adanya laporan penemuan mayat.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menjelaskan kronologi penemuan jasad korban. Sekitar pukul 13.00 WITA, saksi bernama Haditsyah, yang sedang menggoreng makanan, mendengar teriakan histeris dari tiga orang anak kecil mengatakan ada kaki terlihat di sungai.

”Saksi kemudian meminta anak-anak tersebut mengantarnya ke TKP. Setibanya di sana, ia melihat jasad korban dengan kaki yang terlihat, sementara bagian badan dan kepala tertutup oleh pelepah pinang,” terang AKP Osman.

Haditsyah lantas berteriak meminta bantuan warga. Masyarakat berdatangan, dan jasad korban berhasil diangkat oleh seorang warga. Nahas, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelum kejadian tragis ini, sekitar pukul 10.00 WITA, korban sempat terlihat oleh saksi bernama Ayusi sedang asyik bermain hujan di pinggir sungai samping rumahnya. Ayusi, yang baru pulang dari beraktivitas ojek, mengaku sudah berulang kali memperingatkan korban agar berhenti bermain.

”Sebelumnya saksi bernama Ayusi sempat mengancam akan memberitahu ayah korban, namun korban bocah perempuan tersebut tetap bersikukuh untuk tidak berhenti bermain, dan saksi pun meninggalkan korban,””tambah AKP Osman.

Baca Juga :  Peringati Hari Desa Asri Nusantara Dilakukan Penanaman Pohon Serentak di Seluruh Desa di Indonesia

Jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari rumahnya, tepatnya di aliran sungai yang menuju ke Dusun Tuntel. Warga pun segera mengumumkan kejadian ini melalui pengeras suara masjid Tuntel dan berhasil mengenali korban sebagai putri dari Bapak Akmal dan Ibu Muq, warga Dusun Penyaong.

”Modus kejadian diduga kuat akibat korban hanyut dan tenggelam di aliran sungai samping rumahnya, yang arusnya membesar dan deras akibat intensitas hujan tinggi,” ujar Osman.

Pihak keluarga, melalui saudaranya M Kadri, membawa jenazah korban ke rumah duka. Keluarga korban telah menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here